Luh Ayu Writing

From mind to words

Baby Green April 28, 2008

Filed under: Baby, Environment, Mind, bodhi — luhayu @ 1:09 am
Tags: , ,

Yang lagi happening sekarang nih segala sesuatunya dihubung-hubungkan dengan warna ijo alias ramah lingkungan. Sebagian karena latah sebagian memang udah dari dulu menerapkan dalam setiap aspek kehidupannya karena rasa tanggung jawab akan kanker yang diderita oleh bumi yang disebabkan oleh manusia.

Kalo saya mau disebut latah atau ikut-ikutan terserah sih. Mumpung lagi ‘panas’ topic nya apalagi belum lama ini tgl 22 april diperingati sebagai hari bumi, yuks ngomongin lagi yang green green ini. Kalau dulu sebatas diri sendiri (+suami) berusaha mengurangi sampah demi bumi yang lebih sehat (walaupun saya sadar usaha saya keciiiiil banget), kemudian bertambah nih sekarang dengan mengusahan bayi saya sebagai bayi ramah lingkungan (waks apa lagi bahasanya nih). Karena kehadirannya nggak dipungkiri akan menambah volume sampah bumi dari buangan yang dia hasilkan. Tapi karena dia masih kecil, maka tanggung jawab orangtuanya lah untuk meminimalkannya. Dan mudah-mudahan usaha kami ini bisa membekas nanti dalam diri dia, untuk menjadi manusia ramah lingkungan bukan manusia penambah beban bumi yang udah sangat merana ini.

Apa aja sih usaha kami? Belum banyak sih, dan masih dari hal-hal kecil seperti….

* Baby Bodhi itu nggak tahan udara panas, dan cuaca belakangan ini makin susah diprediksi. Sebentar panaaas tiba-tiba angin bertiup membawa awan lalu byuuuurrrr hujan tumpah tanpa ampun. AC sih ada di kamar tidur, tapi seminimal mungkin kami menggunakannya. Kami usahakan jendela kamar yang sangat tropis itu (jendela kami lebar dan tinggi, menghadap ke timur dan di lantai 2 sehingga sangat full matahari) ditutup korden sebagian untuk meminimalkan cahaya matahari yang masuk ke kamar terutama setelah di atas jam 8 pagi. Selain jendela dibuka lebar-lebar untuk mengundang udara segar masuk ke kamar. Pintu kamar juga dibuka lebar-lebar. Usaha ini lumayan mampu menahan saya untuk tidak menyalakan AC sampai jam 12.30. Namun semua itu memang sangat tergantung cuaca. Ada kalanya udara sangat panas dan pengap sehingga Bodhi nggak bisa tidur siang, terpaksa AC dinyalakan lebih pagi. Lalu temperatur AC nggak pernah dibawah 25 derajat celcius supaya save energy. Gitu sih dari yang saya baca-baca. Katanya setiap 1 derajat suhu yang kita naikkan akan menghemat 5% dari energi yang digunakan. Kalau satu orang bisa menghemat 5% kalo ada 100 orang aja yang mau melakukan hal yang sama, saya pikir lumayan banget penghematan yang sudah kita lakukan.

* Hemat Diapers

Pemakaian diapers adalah hanya disaat darurat seperti: hujan terus menerus sehingga popok atau celana menipis stocknya. Dan juga hanya saat nggak di rumah karena nggak mungkin kan basah-basahan di jalan atau di mall :D Malam hari juga Bodhi nggak pake diapers, dan beruntung sekali mulai umur 3 bulan dia udah jarang ngompol malem, semua ditabung sampe besok paginya. Jadinya saat bangun tidur, biarpun sudah ditatur (saat ini masih di washtafel, bodhi belum punya potty euy) tetep aja dia pipis di celana berkali-kali. Kenapa saya niat banget nggak membiasakan bodhi pake diapers, karena bahan diapers itu baru hancur ribuan tahun di bumi sama halnya dengan plastik. Jadi sebisa mungkin saya kurangi pemakaiannya, sekalian hemat uang belanja bulanan juga sih hehehe.

* Hemat tissue basah

Sampe umur 2 bulan, sistem pembuangan pada pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga sehari bisa pup 6 sampe 10 kali. Di awal-awal kaget juga, seminggu ngga sampe deh udah habis tissue basah sekotak. Wah tahu sendiri kan harga tissue basah minimal 10.000 sekotak refill. Dan juga tissue bahannya dari kayu pohon kaaan, nah berapa banyak pohon ditebang untuk bersihin pup nya Bodhi? hehehehe. Akhirnya ketemu satu cara, satu lembar tissue disobek 3 karena berdasarkan pengalaman dari selembar tissue ga semuanya kepake karena meskipun sering pup kuantitasnya dikit-dikit. Nah setelah pake tissue dilap deh pake lap basah. Nah setelah Bodhi makin gede, pupnya udah teratur sekali atau dua kali sehari, makin hemat deh tuh si tissue basah.

* Hemat air

Bekas air mandi Bodhi nggak langsung dibuang, tapi ditampung dulu. Buat apa? Air mandi pagi untuksikat kamar mandi, air mandi sore untuk cuci kaki mama papanya. Lumayaaan bisa hemat air bersih yang berarti bisa hemat listrik juga.

Usaha kami baru sebatas itu. Kalo ada saran-saran lain dengan senang hati akan kami coba terapkan. Kenapa kami berbuat ini? Karena kami sayang semuaaaaa :)

 

Foto Sexy April 15, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto — luhayu @ 12:45 pm
Tags: ,

 

Cerita Cinta April 14, 2008

Filed under: Mind — luhayu @ 5:31 am
Tags: , , , ,

Ijinkan saya bercerita tentang cinta.

Setelah Suhu Nyana Prathama, Gde Prama dan Dewi Lestari, sekarang bertambah lagi saya “tergila-gila” Bondan Winarno. Yap, Pak Bondan Wisata Kuliner itu. Bukan karena acara jalan-jalan dan makan-makannya, tapi karena Pak Bondan nya sendiri.Karena pribadi, pemikiran dan sikapnya. Tidak dipungkiri dulu saya memang suka acara Wisata Kuliner dan biasa-biasa saja terhadap pembawa acaranya, oh ya saya suka juga acara Bango Cita Rasa Nusantara yang sebelumnya dibawakan oleh Pak Bondan juga. Karena sebagai penyuka jalan-jalan dan makan enak, info yang disajikan sungguh berguna dan bikin ngiler. Tapi itu dulu, karena untuk urusan makan-makan di luar rumah saya sekarang ini termasuk yang “nggak gaul”, minjem istilahnya Bayu waktu saya nanya nasi pedas itu jualannya di daerah mana? Ini gara-gara teman di Jakarta nanya soal nasi pedas setelah nonton di sebuah acara tv, tapi saya sendiri belum pernah nyoba. Maklum deh belakangan saya lebih sering makan di rumah, lebih sehat untuk badan lebih sehat untuk kantong hehehe.

Kembali ke Pak Bondan. Setelah acara makan saya sekarang lebih dipengaruhi oleh nafsu makan bukan makan nafsu, maka info makanan enak sekarang cuma bonus, yang lebih penting saya bisa liat Pak Bondan hahaha gawats yah. Saya suka cara dia membawakan acara, joke-joke yang kadang memang rada jadoel tapi kalo yang ngomong Pak Bondan rasanya pas-pas aja (wah ngefans tingkat kronis nih saya keliatannya :D ) trus gaya kebapakannya kalo dia pas bawain acara bersama Gwen anaknya. Pokoknya dalam banyak hal, Pak Bondan itu top markotop deh (minjem istilahnya beliau). Dan yang membuat saya makin suka, beliau membawakan acaranya terlihat sekali didasari oleh cinta. Iya Cinta, bukan uang, bukan popularitas, bukan pula demi gelar selebritis kuliner.

Maka seperti jamaknya orang menyukai sesuatu atau seseorang,sayapun kerap mencari info tentang Pak Bondan. Dari latar belakang keluarga, karier, pendidikan dan sebagainya. Dan ternyata eh ternyata, beliau memang patut diacungi jempol dalam banyak hal. Beliau pernah menjadi direktur sukses, beliau masih menjadi seorang jurnalis handal, seorang kolumnis manajemen terbaik pernah disandangnya, wartawan investigative yang mumpuni (beliau penulis buku Bre-X:Sebungkah Emas di Kaki Pelangi, yang mengupas dugaan skandal cadangan emas di Busang, Kalimantan Timur, dan sekarang bertambah lagi seorang pakar icip-icip alias makan-makan, alias bahasa kerennya pakar kuliner.

Yang mungkin patut saya contoh adalah sikapnya menjalankan sesuatu dengan cinta dan memberikan yang terbaik. Tidak seperti saya yang dulu pernah menjadi seorang “pengkhianat” coding. Nggak jago-jago banget coding kok maksa jadi programmer, walaupun sebenarnya menjadi programmer itu adalah kecelakaan, saya nggak ngelamar jadi programmer, tapi dilihat latar belakang pendidikan dan pengalaman pernah bekerja yang berhubungan dengan bahasa pemrograman itu dipaksalah saya menjadi seorang programmer. Dan bukan salah yang memaksa saya sebenarnya, tapi itulah kebodohan dan kematrean saya. Karena iming-iming uang lumayan, saya dengan paksa rela menjadi seorang programmer. Empat tahun lamanya saya menjadi pengkhianat, pengkhianat hati nurani dan pengkhianat perusahaan yang mempekerjakan saya. Betapa tidak, saya tidak mencintai pekerjaan itu, saya sering ngomel ketika mendapat pekerjaan yang sulit (sulit bagi saya yang bego ini). Jadi mendapat pekerjaan yang susah bukannya tertantang, tapi saya malah ngomel. Kurang ajar sekali ya saya ini. Dan saya juga merasa menjadi pengkhianat bagi kantor saya, tidak mampu memberikan yang terbaik tapi malah senang di tiap akhir bulan menerima bayaran yang sebenarnya tidak pantas diberikan kalau mendengar keluhan-keluhan saya. Uh saya benar-benar pengkhianat nomor satu. Maka dari itu, selain kagum saya malu dengan orang-orang yang melakukan pekerjaannya dengan cinta seperti Bhiku Nyanaprathama pembimbing saya , Gde Prama, Dewi Lestari dan Pak Bondan, atau mungkin ada banyak sebenarnya orang di luar sana yang sama kerennya seperti mereka.

Jadi kesimpulannya apa ya tulisan ini? Kesimpulannya, saya masih harus banyak belajar memupuk cinta agar jiwa saya tumbuh subur di dalam cinta dan kemudian berbunga cinta, bunga dengan serbuk sari berupa cinta yang ketika angin berhembus akan menebar serbuk-serbuk cinta, agar semakin banyak tumbuh cinta-cinta yang baru.

 

My Baby is the Best April 7, 2008

Filed under: ASI, Baby, Environment, Mind, bali, bodhi, books, friends — luhayu @ 3:56 am
Tags:

Karena tulisan ini lebih cocok sebagai ceritaan ibu-ibu, jadi untuk yang berminat silakan berkunjung ke my motherhood experiences, dan untuk yang ga berminat silakan berkunjung juga huehehehehe….

 

Aksi Bertopi April 6, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto — luhayu @ 11:08 pm

 

Begadang April 6, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto — luhayu @ 11:07 pm

Udah jam 10 malam Bodhi belum bobo…tapi mama udah ngantuk zzzzzzzzz….

 

Karena perlu bukan karena ingin April 3, 2008

Filed under: Baby, bodhi — luhayu @ 6:24 pm
Tags: ,

Seneng banget waktu liat adik saya ganti hape nya. HaPe lamanya memang lumayan sering ada masalah sehingga seringkali datanya terhapus saat diperbaiki. Yang menarik dia mengganti dengan yang jauh jauh lebih murah dibanding yang sebelumnya. Saya kaget juga sih trus saya tanya kenapa, dia bilang : “Ah hape Komang juga paling sering cuma buat nelpon dan sms, gapapa lah yang dibawah sejuta aja, toh sudah ada kamera juga. Kameranya juga seringan cuma buat iseng aja jadi ga perlu yang bagus-bagus. hape yang dulu banyak nggak kepake featurenya.” Waaah senang deh saya, kemajuan nih adik saya. Dia beli barang udah sesuai kebutuhan dan bukan karena sekedar ingin apalagi lapar mata.

Bodhi sedari kecil juga maunya diajarin seperti itu, beli barang harus karena dia perlu dan nggak boleh mendapatkannya secara gampang kudu usaha (minimal rajin bilang i love u ke mama dan papanya nanti hihihi). Dari dalem perut udah berusaha diterapkan (kan katanya pikiran ibu bisa ngefek ke janin yang dikandungnya, jadi apa salahnya dicoba kan?). Walaupun Bodhi anak pertama dan udah lamaaa banget ditunggu-tunggu, saya dan suami nggak mau heboh beli perlengkapan bayinya. Kita beli secukupnya dan banyak nyari info tentang kebutuhan bayi yang bener-bener perlu, karena toh kalo kurang bisa beli lagi daripada berlebih sayang juga, bayi perkembangan tubuhnya cepet jadi bakalan cuma dipake sebentar. Kecuali untuk perlengkapan yang kepake lama kita gapapa nyari yang sekalian berkualitas. Dan emang kebukti dan bersyukur banget lemari baju Bodhi sekarang nggak terlalu tumpah ruah seperti yang sering saya liat kalo ngejenguk bayi di rumahnya, bajunya banyaaak banget sampe kadang disimpennya di tempat ga semestinya karena lemarinya nggak cukup. Soal mainan juga begitu, Bodhi mungkin termasuk telat beli mainan karena saya lebih senang make benda yang udah ada aja untuk ngajak dia main, dan memang bener juga sih, pernah saya beliin mainan kecrek-kecrekan (duh apa ya istilah yang benernya :P ) satu set, eh dia lebih tertarik kalo saya remas-remas kantong plastik, so jadinya jarang kepake deh itu mainan. Dan sekarang dia sedang senang-senangnya merhatiin kotak tissue basahnya yang warnanya biru tua, yah jadi gitu deh mainan murah meriah heheheh. Oh iya dia seneng banget liat jam dinding, di setiap ruangan yang ada jam dindingnya pasti dia bakal melonjak-lonjakkan badannya dan ketawa sambil ngeliat ke arah jam. Jadinya saya sekarang sedang hunting maenan berbentuk bulat atau jam-jam an (atau…nggak perlu kali ya, secara di rumah juga udah cukup banyak jam dinding hihihihi). Trus juga kalo mandi dia sekarang maunya duduk nggak mau posisi senderan lagi. Dan dia tertarik banget dengan washlapnya, jadi sering ditarikin trus dikucek-kucek, hahaha hobi nyuci baju kali ya dia nantinya. Setelah dikucek-kucek, dikecipak-kecipak tuh air mandinya dengan washlap, jadi sekarang si mama kepikiran mo beliin mainan bebek-bebekan buat teman mandi, atauu jangan-jangan stelah dibeliin dia akan tetap lebih suka ngucek washlap???

Yang jadi masalah sekarang adalah si mama harus  mulai belajar tahan godaan berbelanja baju, gara-garanya di Seminyak ketemu toko baju dan mainan bayi yang lucuuu banget. Baju-bajunya branded, banyak modelnya,pilihan warnanya kebanyakan selera si mama banget lah. Dan yang paling menarik adalaaaah, murah!!! Yippieeee. Mungkin dia semacam factory outlet kali ya, secara disana ada merk Carter’s Baby, Baby Adidas, Osh Kosh B Gosh, dll yang sekali lagi harganya muraaaaah tapi kualitasnya OK. Rasanya pengen tiap minggu beliin baju, apalagi kalo udah ditulis di papan depannya: New arrival, all cute. ting ting ting mata si mama langsung berbinar-binar. Taaaapi si mama ceritanya mau konsisten nih Bodhi cuma akan beli sesuatu yang memang bener-bener perlu, bukan karena keinginan mamanya aja. Semoga niat mulia dan luhur seorang ibu ini bisa terwujud, doakan saya ya hahahahaha.