Luh Ayu Writing

From mind to words

Jalan-jalan ke Bebek Bengil September 29, 2008

Filed under: bali, bodhi, foto, review — luhayu @ 2:43 am
Tags:

Kok judulnya jalan-jalan bukannya makan-makan? Secara Bebek Bengil itu kan restoran yang saya yakin buanyaaak banget yang tahu dan memfavoritekan restoran ini. Kenapa jalan-jalan, karena pas hari minggu kemarin kesana memang lebih enjoy suasananya daripada makanannya. Makanannya biasa aja, mungkin memang lebih sesuai ke selera turis yah. Maaf ya buat penggemar fanatik Bebek Bengil, ini hanya masalah selera. Dan yang belum pernah icip-icip dan baru dengar namanya yang melegenda, jangan jadi ragu untuk datang…silakan datang silakan dijajal, selera orang kan beda-beda.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih untuk seorang teman dari Ubud yang mensponsori acara makan-makan kemarin. Tapi kita enjoy banget dengan suasananya, dengan keramahan pelayanan Bebek Bengil, juga untuk jamuan pre lunch di rumahnya yang asri dan sejuuuk (kalau aku orang kaya pengen punya rumah di Ubud juga hueeee). Dan yang paling dinikmati kemarin itu mendengarkan gamelan rindik (kalo saya ga salah) di tepian sawah yang sedang mulai berbulir padinya. Hmmm surga dunia yang sesungguhnya nyam nyam nyam

Papa & anak yg sumringah

Papa & anak yg sumringah

 

Rectoverso – Sentuh Hati dari Dua Sisi September 27, 2008

Filed under: books, review — luhayu @ 4:28 am
Tags: ,

Sepemahaman saya, dharma adalah kehidupan itu sendiri. Segala sesuatu yang terjadi, yang kita alami, yang kemudian kita resapi dan maknai setiap kehadirannya sebagai usaha untuk selalu membawa diri kita dalam kesadaran, itulah dharma. Dharma sebagai alat untuk mencapai pencerahan sejati. Sebagai perahu untuk menyeberangkan kita melewati lautan samsara.

Mendengar buku dan membaca musik Rectoverso karya Dewi Lestari, rasanya saya seperti membaca buku dharma dan mendengar parita yang dilagukan dengan bahasa sehari-hari. Tidak perlu menyebut kata Tuhan beribu kali untuk memberikan label karya ini adalah karya religious. Karena ketika buku ini menceritakan segala hal yang sesungguhnya terjadi dalam keseharian kita, bagi saya inilah karya religious. Dan juga ketika buku ini tidak menghakimi secara hitam putih, dimana kita pembacanya dihormati karena dianggap masih memiliki akal untuk berpikir dan diberikan kesempatan menggunakan akal kita untuk merenung dan memikirkan apa sebenarnya yang sedang terjadi, apakah sesuatu yang hitam, sesuatu yang putih atau (seringkali )sesuatu yang abu-abu. Oleh sebab itu juga bagi saya buku ini adalah buku religious dan album ini adalah album religious. Karena kembali sesuai pemahaman saya, ketika kita tidak lagi menilai sesuatu dengan benar atau salah, ketika kita tidak lagi terpengaruh kondisi untuk memutuskan sesuatu saat itulah pencerahan sedang kita nikmati. Begitulah pengalaman yang saya rasakan saat mendengarkan buku ini dan membaca musiknya.

Ada yang berkomentar, nikmati sekaligus seperti menikmati kopi susu. Baru akan kamu rasakan esensi sesungguhnya dari buku ini. Tapi seperti juga pengalaman bathin yang tidak akan pernah sama yang akan dilalui oleh orang yang berbeda, saya juga punya cara saya sendiri untuk mengerti buku dan musik ini. Pertama saya nikmati dulu musiknya, karena di siang hari saat buku dibubuhi tanda tangan asli Dewi ‘Dee’ Lestari ini saya terima, tidak memungkinkan saya untuk membaca bukunya dengan tenang. Ya karena seperti bukunya yang lainnya, buku dee tidak bisa dibaca sambil lalu untuk bisa dimengerti. Itu bagi saya, mungkin berbeda bagi orang lain yang lebih cepat processor otaknya J Hmmm music dan lagunya daleeem, sentuhan orkestranya terasa, dan bukan saya saja yang menikmatinya, malaikat kecil saya yang baru berusia 10 bulan yang untuk saat ini masih seperti bayangan saya alias nempel hampir di semua aktifitas saya, juga turut menikmatinya. Bodhi tenaaaang sekali mendengarkan lagu ini, sambil bermain dan sesekali menggoyang-goyang tangannya seolah menari. Biasanya kalau tidak sambil mendengarkan lagu??? Jangan harap dia anteng dalam hitungan 5 menit, pasti sedang menjelajah. Selanjutnya di malam hari baru saya bisa nikmati bukunya. Belum sambil mendengarkan albumnya. Mulai terbuka makna setiap lagunya. Ada yang sesuai perkiraan saya, ada yang melenceng jauh. Ada yang saya pikir bahwa tokoh wanita yang sedang bernyanyi, eh ternyata itu tokoh prianya. Hmmmm bahkan setelah say abaca, seperti ada beberapa kisah yang perjalanan hidup Dee ya J Dan banyak juga kalimat yang digunakan dee seperti de ja vu saat membaca kisah dharma. Dan jujur belum semua cerita saya paham, perlu dibaca ulang. Duh jadi malu betapa lemotnya saya ini. Cerita yang jadi juara bagi saya adalah Malaikat Juga Tahu dan Tidur. Curhat buat Sahabat, Cecak di Dinding, Aku ada, dan Firasat tentu saja (perasaan hampir semua ya hahaha), juga oke bangets. Khusus lagu Firasat, tanpa bermaksud membandingkan dengan Marcell, beda banget setelah dinyanyikan Dee, mungkin karena dibarengi dengan kisah dari bukunya yang bikin lagu ini jadi daleeem banget dan suara ‘wanita’ Dee bikin saya yang juga wanita ini lebih dipermainkan perasaannya.

Saat saya menulis ini diiringi oleh alunan suara Dee, uuuh rasanya sambil merinding nulisnya. Kapan ya saya bisa bertemu dengan penulis pujaan saya ini. Tanda tangannya untuk saat ini sudah cukup lah. Mungkin nggak ya Dee datang ke Ubud Writer Festival tahun ini? Saya ingin bertemu dengan Dee, sambil mengenalkan Bodhi malaikat kecil saya, yang namanya terinspirasi dari tokoh Supernova. Saya sedang mengirimkan gelombang pikiran saya nih Dee, suatu saat kita pasti bertemu dan semoga untuk sesuatu yang berguna bagi kehidupan dan semesta ini (yang saat ini idenya sedang menari-nari di kepala saya, tapi belum saatnya orang lain tahu, jieeeeh sedikit bermisteri nih).

 

Sebuah Ironi Pengrajin Bali September 27, 2008

Filed under: Mind, bali — luhayu @ 4:13 am
Tags:

Sewaktu Batik diclaim oleh Malaysia sebagai budaya asli Malaysia, efeknya langsung terasa, banyak yang merasa kebakaran jenggot (kalo yang ngga punya jenggot apanya dong yang kebakar?). Tapi sewaktu para perajin perak di Bali dipecundangi oleh para pengusaha asing yang dengan tidak tahu malu mematenkan motif-motif ukir Bali sebagai hak mereka, kok nggak ada yang kebakaran jenggot, minimal bulu idung lah yang pasti semua orang punya (ga tahu ya kalo ternyata ada yang ga punya).

Awalnya saya juga nggak begitu ngeh dengan hal ini, sampai suatu hari suami saya mendapat somasi dari sebuah perusahaan kerajinan besar yang membuka usaha di Bali. Lha kok bisa? Suami saya kan kerjaannya di bidang IT, malah ga bisa ngukir kecuali ngoding. Ternyata gara-garanya sebuah perusahaan yang membeli domain di Legong Hosting milik suami saya dianggap telah mencuri karya cipta yang telah dipatenkan oleh perusahaan besar tersebut. Astaga Naga Bonar!!! Padahal web nya juga bukan bikin di kita tapi Cuma hosting doang loh. Akhirnya karena kita ngerasa ga ada hubungannya kita telponlah Pak Deny si pemilik domain tersebut dan singkat cerita beliau datang dan menceritakan semua duduk persoalannya. Ternyata dia dituduh mencuri design ukiran yang sudah dipatenkan perusahaan besar itu, padahal sesungguhnya design yang diributkan itu adalah miliknya ORANG BALI. Orang Bali yang dengan dermawan memberikan designnya untuk dimanfaatkan , orang Bali yang tidak pernah menuntut diberikan royalty atas pemakaian design-design berusia berabad-abad itu. Bukan karena orang Bali bodoh, bukan!! Tapi karena orang Bali ASLI nya memang dermawan, tanpa curiga. Bagi orang Bali seni adalah karya persembahan kepada Tuhan. Seni adalah perwujudan bakti kepada sang Hidup. Bukan juga karena saya orang Bali lalu saya mengagung-agungkan sifat orang Bali yang seperti itu, karena tidak perlu ditutupi semakin banyak saja saat ini orang yang mengingkari keBalian nya dengan menjadi orang yang semata-mata selalu berorientasi uang. Menolak menjadi orang Bali secara tidak langsung dengan menjadi orang yang konsumtif dan selalu berpikiran curiga (bukan waspada).

Boleh jadi kalau pak Deny tidak menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Denpasar, masalah ini tidak terkuak luas. Kami hanya bisa bicara dari mulut ke mulut masalah ini. Karena ternyata tidak hanya Pak Deny yang mengalami hal ini, banyak pengrajin lain yang kemudian merasa resah karena beragam motif kreasi masyarakat Bali yang sudah menjadi milik bersama sejak lama kini tak lagi bisa digunakan dengan leluasa. Hak Patennya sudah dipegang orang asing. Dan lebih ironis lagi dipatenkan oleh pihak asing melalui Direktorat Hak Paten, Ditjen kekayaan Hak Intelektual Republik Indonesia. Duuuh pengen garuk-garuk tanah jadinya, kok bisa lolos dan disetujui pula. Sinting ya aparat Negara ini???

Sampai saat ini saya belum tahu perkembangan terakhir kasusnya pak Deny (yang ternyata kakak teman SMA saya, wih dunia memang sempit ya). Apakah uang akan kembali berbicara? Tunggu saja. Mudah-mudahan yang terbaik yang menjadi akhirnya nanti.

 

Ya Jualan Ya Jalan-Jalan September 22, 2008

Filed under: bodhi, florist, foto — luhayu @ 2:50 pm
Tags:

Hari Jumat minggu lalu serasa sedang menjalankan titah Roro Jonggrang untuk menciptakan 1000 candi dalam semalam. Bedanya kalo aku diperintahkan untuk membuat 75 lei atau garland bunga untuk kalung dan 5 bouquet rose merah dalam semalam. Fiuuuuh cape, tegang tapi senang…pastinya!!

Ceritanya dapet order untuk menyediakan lei dan bouquet bunga untuk peserta konferensi tingkat Asia Pasific. Ordernya dapet dari EO yang memang udah repeat order ke Kintan Florist. Awalnya sih ga begitu yakin bakal jadi pesen ma Kintan Florist. Sebab udah di hubungi dari 3 minggu sebelumnya untuk kirim contoh foto lei yang bisa dikerjain, kemudian seminggu kemudian diminta lagi kirim foto contoh bouquet. Udah dua minggu lewat nggak ada kabar, ya diriku juga nggak berharap-harap banget, udah biasa kan orang minta penawaran trus penawaran kita dibandingin trus kalo kemudian dipilih ya bersyukur kalo ternyata nggak dipilih ya belum rejekinya berarti. Ternyata hari Minggu sore yang lalu dihubungi lagi, diminta kirim sample bouquet dan lei ke kantor EO nya. Mikir juga, kok tumben ribet banget yak pesanan bunganya hehehe pake kirim sample segala (waktu itu belum tahu kalo bakalan skala international event nya). Setelah hari Senin pagi dikirim, ditelponin lagi bisa ga bikinin yang lebih wah biar calon client mereka impress, katanya di charge juga gapapa. Maunya dikirim Senin sore itu juga, gedebak gedebuk lagi bikin karena sekalian ngurusin bikin stekwerk untuk dikirim ke Singaraja yang kudu beres hari itu juga. Sampe Rabu ngga ada kabar, mikirnya sih mungkin calon clientnya ga impress sama rangkaian yang aku buat. Eh ternyata sore-sore ada kabar yang jujur aja bagi aku kabar yang gembira banget hehehe.

Tapi karena belum pernah bikin lei sebanyak itu aku rada keteteran di perkiraan jumlah pemakaian bunga. Alhasil hari kamis udah ke pasar badung buat beli bunga kamboja bali dan gemitir, eh ternyata baru dapet 8 lei udah habis. Jadilah hari jumat siang ke pasar lagi beli yang buanyaaaaak. Sampe orang-orang di pasar heran, dan saking herannya ga segan-segan nanya buat apa beli bunga sebanyak itu. Ngeliat sampe jumat siang baru dapet 8 lei sementara harus sudah dikirim Sabtu jam 11 siang, rada panik juga. Soalnya aku ga mungkin full turun tangan untuk bikinnya, karena sekarang kan ada Bodhi, dia yang utama, ga boleh dong sampe dia terabaikan. Beruntung ibu ku yang cantik dan baik hati menawarkan diri untuk nginep di rumah, dengan catatan kudu dijemput :) Lumayaaan ada yang bantuin jagain Bodhi dan kalo pas aku yang jagain Bodhi ada yang gantian bikin lei nya. Ternyata nggak cuma salah perkiraan di jumlah bunga, aku juga salah perkiraan di sdm (jieeeeh). Padahal udah mengerahkan tenaga satu karwayan florist (emang cuma punya satu sih :P ) dan asisten rumah yang dibebastugaskan dari kerjaan rumah karena kudu full ngerjain lei ini. Ternyata sampe jam 8 malem persediaan bunga udah menipis lagi, jadi deh ngibrit lagi ke pasar beli bunga dengan dianter suami. Gile, tegang banget karena jam kayanya cepet banget sementara hasilnya masih jauh dari target. Akhirnya seperti udah diduga, begadang deh sampe jam 2.30 pagi besoknya.Ngerjain bertiga sama ibu dan asisten di rumah yang sampe nginep. Plus minta bantuan ibu dan kakak asistenku untuk dikerjain di rumahnya. Duh jam 2.30 itu aja baru dapet 50. Karena aku nya diselingi dengan nyusuin Bodhi, maemin Bodhi, bobo in dia dulu, baru deh bisa ngerangkai bouquetnya, setelah bouquet beres baru bisa bantuin ngerjain lei nya. Dipaksakan tidur karena takut besoknya malah ambruk ga bisa ngerjain apa-apa. Jam 5.30 udah bangun lagi karena harus siapin bouquet yang mesti dikirim jam 6 pagi, dan untuk ini lagi-lagi beruntung banget punya suami yang ngedukung kerjaan istrinya. Love you muah-muah untuk kesediannya nganter bouquet.

Bodhi cooperative hari itu, biasanya bangung jam 6.30 hari itu dia bangun jam 8.00. jadi sempet bantuin bikin lei lagi setelah beres siapin sarapannya. Jam rasanya cepet banget muternya… jam 10 sih udah dapet 75 lei, tapi pas mau dipacking sekalian di QC waaaaa ternyata ada yang bunganya sudah mulai coklat. Pontang panting ngefix lagi, dan sedihnya ada 5 lei yang nggak bisa diapa-apain lagi karena udah coklaaaat banget warnanya. Akhirnya diputuskan tetap berangkat karena udah telat banget. Tapi dengan membawa bunga cadangan kalau-kalau masih ada waktu akan dibuatkan lagi yang baru tapi tanpa bunga kamboja karena akan butuh waktu lama kalau pake kamboja juga. Mudah-mudahan bisa dinegosiasikan.

Sampai di Grand Hyatt ga boleh masuk lewat lobby kudu lewat loading dock. Muter lagi nyari pintu loading dock nya, sementara udah ditelponin karena udah lewat dari waktu yang diminta. Singkat cerita akhirnya ketemu dengan panitia yang ngurusin bunga, fiuuuh ternyata acaranya masih 2.5 jam lagi dan blio bersedia bunganya diganti.Jadi deh untuk kedua kalinya diriku merangkai bunga di loading dock, dulu pernah sekali di hotel di Benoa karena suatu hal merangkai di loading dock juga hahahaha. Oh ya ada lagi yang bikin seru, Bodhi pup wakakakak ada-ada aja ya. Jadi deh nyari nursery room, tapi karena posisi di loading dock gitu adanya cuma locker room. Gapapalah kasian kalo bodhi ga dibersihin, dia kan paling ga suka pantatnya kotor :P Jadi deh Bodhi bikin heboh locker cewek, ada yang sampe haaaaa haaaaa gemes gitu ngeliat si Bodhi. Dan seperti biasa Bodhi juga tebar pesona gitu kalo tahu ada banyak cewek cantik hehehe.

Akhirnya beresss juga hari itu, tapi masih deg-deg an… takut akan ada bunga yang layu lagi tapi semestinya nggak karena udah dipacking dengan daun pisang, trus khawatir juga ada yang putus nggak ya kalungnya. Mampus dah kalo sampe kejadian begitu. Jadi sepanjang hari itu berdoa semoga acaranya lancar…. (kalo beli bunga di Kintan Florist dapet plus doa loh hahaha). Tapi sampai di rumah belum bisa istirahat full karena mesti siapin bunga untuk 7 bouquet lagi yang mesti dianter Minggu sore ke acara yang sama. Minggu pagi pas nyuapin maemnya Bodhi ada pesanan bunga lagi yang mesti dianter siang itu juga. Waks hari Minggu pagi ga bisa manggil karyawan toko karena dia pasti ke gereja sampe jam 11 an. Akhirnya telpon asisten untuk dateng ke rumah. Nganternya pake motor aja, karena ga tega lagi minta tolong suami untuk nemenin nganter, dan kalo naik motor lebih gampang nyari-nyari alamat kan. Singkat cerita akhirnya beres juga ngerangkai bouquetnya. Beruntung banget ada ibu yang bisa bantuin jagain Bodhi dan nyuapin makan pas udah jam genting, dan ada adik juga yang dateng jadi lumayan bisa dipekerjakan untuk gunting-guntingin pita untuk bouquet hehehehe. Thanks all….

Ternyata untuk yang sore bunganya minta dianter ke pantai karena acaranya disana. Waaah lumayan nih bisa masuksampai pantai di Grand Hyatt pula. Bonus lah untuk perjuangan dari Jumat siang hehehe.Bodhi pasti dibawa dong, masa dibawa ke loading dock doang, ke pantai wajib dibawa dong. Apalagi (ssst….) sampai 10 bulan ini Bodhi belum pernah resmi menginjak pasir pantai loh. Biasalah mamanya paranoid, karena belakangan ini kan anginnya kenceng terus, takut dia masuk angin. Tapi akhirnya Bodhi main ke pantai juga…foto-foto tentu aja, tapi perhatiin deh foto-fotonya. Senyumnya mahaaal!!! Ternyata dia ngantuk kena hembusan angin pantai Nusa Dua yang sepoi-sepoi. Puas main di pantai dan ngider-ngider di dalam hotel (norak yah hehehe) pulang deh kita… Dan dalam hati, diriku masih berdoa terus semoga acaranya lancar…..

Dan hari ini udah ditelpon untuk segera kirim invoice karena udah mau libur lebaran biar ga ngutang katanya hehehehehe. Makasi ya udah dipercaya. Terima kasih juga untuk berkah ini. Terima kasih karena dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mendukung dan menyayangi aku, hiks….terharu…

BTW, ini beberapa fotonya. Foto bunganya malah cuma satu, hiks. Secara pontang panting ngejer waktu (padahal waktu ga pernah lari) bouquet dan garlandnya ga sempet kefoto deeeh….

Muka ngantuk

Muka ngantuk

Dipaksa Pose

Dipaksa Pose

Orange Bouquet

Orange Bouquet

 

Gapur – Gagap Dapur September 15, 2008

Filed under: ASI, Baby, bodhi — luhayu @ 6:07 pm
Tags:

Saya sih sebenarnya ga gapur-gapur amat… Lebih ke moody kali yah. Soalnya kalo udah moodnya pas jadi kok masakan enak atau cemilan lezat *seenggaknya menurut saya sih enak ya, yang nggak nyicip dilarang protes :P

Suka juga nyoba-nyoba resep, terutama yang gampang! Kalo dah ribet bahannya dan proses persiapannya, sorry yah saya belum serajin itu kekekeke

Tapi kalo lagi kumat suka nyampur-nyampur apa aja yang nemu di kulkas, hasilnya? kadang sukses kadang gagal. Yah begitulah hidup *weks serius amat

Status menikah nggak bikin penyakit moody masaknya sembuh. Tetep aja masih suka kumat, tapi beruntung nggak jadi kronis atau akut. Sejak ada Bodhi sepertinya penyakit ini secara nggak sengaja mendapat theraphy. Karena mau nggak mau harus masak. Mau nggak mau harus belajar soal gizi makanan. Soalnya setelah banyak cari tahu soal gizi bahan makanan dan cara pengolahan makanan yang benar, kalo mau makan di luar juga mesti ada faktor pendukung yang tepat yang bisa dijadikan alasan pembenaran untuk makan di luar yang nggak jelas proses masaknya. Tadinya semua itu demi Bodhi, supaya dia dari awal sudah mencicipi makanan sehat dan benar. Tapi semakin ke sini jadi semakin ngerti, bahwa selama ini saya seringkali nggak sayang badan tapi lebih memanjakan lidah. Efek sampingnya ya jadi ‘makin rajin’ ngerapiin kulkas hehehe, maksudnya selama ini sering beli bahan makanan tapi akhirnya kebuang karena udah ga layak masak. Biasa….niatnya masak, tapi malesnya lebih gede.

Dari awal belajar maem bubur susu saya siapin sendiri tepung makanannya Bodhi. Dari nyangrai beras, di grinder, di ayak di sangrai lagi. Banyak juga yang bilang, ih rajin banget, wah ibu teladan… Duh malah saya jadi malu kalo disebut begitu, nggak tahu aja yang ngomong itu, banyak yang lebih rajin, telaten dan kreatif dibanding saya. Kadang saya aja terkagum-kagum ngeliat cara mereka ngolah makanan,ada aja gitu idenya.  Dan soal dibilang ibu teladan… heeee itu bukannya sudah kewajiban yak mempersiapkan yang terbaik buat anak. Jadi bagi saya semua ibu pastilah ibu teladan bagi anak-anaknya. Wong ibu adalah role model bagi anaknya. Dan siapa sangka loh saya jadi jualan tepung beras organic khusus bayi. Huehehehe walopun pelanggannya baru satu bayi. Tapi ga pernah kepikir deh bahan makanan Bodhi laku dijual juga, lha mamanya sering nyerah duluan gini kalo udah urusan masak memasak. Sama halnya nggak kepikir bisa jadi pendonor ASI padahal di awal-awal menyusui hampir nyerah aja kalo udah denger komentar orang soal ASI saya.

Ada yang ngerasa aneh kalo saya jawab Bodhi belum pernah maem biskuit bayi. Biarin deh. Soalnya saya berniat ngasi biskuit home made juga buat Bodhi. What!!! Gaya banget deh! Yang bener aja! Saya bikin cookies? Emang bisa??? hehehehe ya bisa dong… kan udah saya bilang, kalo udah niat pasti jadi!! Bodhi akhirnya maem cookies buatan mama. Tentunya yang aman dan sehat buat bayi. No sugar…udah pasti lah. Namanya Cookies Banana Oatmeal. Jieeeh keren ya namanya. Iya dong, kan resepnya nyontek dari internet. Kalo saya mah belum kepikiran sampe nyiptain resep cookies segala. Bisanya cuma nyontek!! hahaha. Beidewei, Bodhi doyan nggak ya cookies nya, Nggak pake gula gitu. Jawabannya: DOYAN banget!!! Ah Bodhi sih memang fans berat masakan mama, biar aneh juga campurannya kalo lagi lapar ya dia makan aja. Tapi kalo lagi sedang lewat angin malesnya walaupun menurut mamanya enak tetep aja cuma dimakan beberapa sendok ama dia.

Biar gagap yang penting naked, eh salah nekad maksudnya. Iya nih biarpun gagap dapur nekad aja ikut lomba resep makanan bayi. Ceritanya sih ada tantangan bikin resep makanan bayi yang mengandung unsur kelapa *ceritanya sih suasana Agustusan, jadi kelapa dijadikan tema yang terasa keindonesiaannya. Judul lombanya keren, Mamaku Koki Handal. Menang nggak? Ih pake nanya, ya jelas nggak lah. Kalo sampe menang, saya pingsan dulu kaleeee. Tapi sebenarnya menang nggak menang, ngerasanya sih udah jadi pemenang aja, soalnya pas diuji-makan oleh Bodhi, lha ludes des des gitu dari piringnya, ga berbekas!!! Meskipun nggak menang, saya tetep dapat hadiah kok. Selain hadiah hugs dari Bodhi ada hadiah dari papanya juga… tapi yang ini masih rahasia. Nanti kalo udah ada saya ceritain deh hadiahnya. Katanya hadiah untuk Istriku Koki Moody yang Sedang Berusaha Menjadi Handal. Halah panjang bener judul lombanya!!!

 

Cerita Bunga Tanggal 13 September 9, 2008

Filed under: florist — luhayu @ 12:36 pm
Tags:

Noni's Flower

Noni

Ketika respon posting tentang Warung Bunana di luar dugaan, dalam artian banyak sms yang menanyakan alamat warung bersangkutan dan ingin icip-icip tentu saja, saya sedikit berbangga hati dan ketika saya cerita ke suami, eh malah dapet tantangan. Kok promosiin dagangan orang lain bisa, tapi toko sendiri ‘malu-malu’ gitu promosinya. Jujur, ngerasa kesentil. Tapi seperti biasa saya membuat pembelaan kalo saya memang dasarnya kan pemalu huehehe.

“Buat dong postingan tentang Kintan Florist. Posting juga cerita di balik rangkaian bunga itu.” Hmmm cukup sulit, karena tidak semua rangkaian yang dipesan saya tahu kisah di baliknya. Pokoknya saya cuma tahu untuk keperluan apa dan dikirim ke alamat mana. Karena kalau saya tanya, “ada tema khusus nggak? Atau ada special request untuk bunganya, mungkin bunga kesayangan si penerima rangkaian?” seringkali jawabannya, “terserah mbak deh bagusnya gimana. Yang penting bagus dan bunganya yang banyak ya!”. Nah ini dia, bunga yang banyak. Nggak cuma pemesan dari Bali, dari luar kota seperti Jakarta pun biasanya seperti itu. Sedikit bertentangan dengan style dan kecenderungan saya yang lebih suka dengan style “less is more”. Kadang bisa dinegosiasikan kadang saya menyerah. Saya turuti kemauan banyak bunga itu walaupun seringkali saya jadi mati gaya, harus ditancap dimana lagi bunganya. Kalau sudah sepeti itu, selesai merangkai saya merasa ‘sedih’.

Tapi ada satu nih dari salah seorang yang repeat order ke saya, bisa saya jadikan cerita. Begini ceritanya…. Hehehe.

Di suatu malam kira-kira 5 bulan yang lalu, saya mendapat telepon dari seseorang yang ngotot mau datang ke toko padahal saya bilang toko udah tutup. Akhirnya disepakati besok dia bisa datang. Eh nggak datang juga, tapi malam-malam (lagi) orang tersebut menelpon dan bilang mau datang. Ya sudah saya nyerah deh, secara toko bunga juga cuma di depan rumah. Singkat cerita orang tersebut yang ternyata cowok berusia awal 20an gitu memesan bunga untuk wanita pujaan hatinya (uh bahasanya). Minta dibuatkan dengan budget sekian dengan bunga mawar dan bunganya yang BANYAK. Hmmm oke hehehe. Dan minta dikirimkan besok siang tanggal 13. “Message di kartunya apa?” tanya saya waktu itu. “Aduh apa ya, mbak yang ngarangin deh kan tukang bunga biasa bikin kalimat romantic”. Hmmm saya rasa dia ketuker antara florist dan pembuat puisi. Ya udah deh saya buatin…

Saya pikir udah stop sekali itu aja pemesanannya. Palingan juga udah jadian, dan mudah-mudahan karena bunga rangkaian saya hehehe. Eh ternyata bulan depannya si GG itu (sebut aja begitu ya) nelpon lagi untuk pesan bunga, untuk orang yang sama. Kembali saya harus merangkai kalimat romantis, yang jujur deh susaaah bikinnya.(thanks to my hubby yang udah rela dipaksa memikirkan kata-kata romantis padahal lagi nggak pas moment nya hihihi). Lalu bulan depannya pesan lagi, tapi dengan kalimat pembuka “Halo mbak….masih inget saya? Biasa…besok kan tanggal 13 mau kirim bunga lagi buat Noni”. Ohhh saya aja baru ngeh kalo dia order bunga tiap tanggal 13. Dan dia lanjut cerita,”Dia ultahnya tanggal 13 jadi saya akan kirim bunga setiap tanggal 13 sampe dia nerima saya.” Olala belum jadian juga toh. Saya jadi mikir, gimana ya rangkaian bunga yang bikin hati cewek luluh hihihi. Walaupun resikonya dia nggak pesan bunga lagi kalo udah jadian, tapi kok ikut seneng ya kalo seandainya gara-gara rangkaian bunga saya orang lain jadi bahagia. Seperti drama Korea ya hihihi. Akhirnya diputuskan, coret syarat bunga banyak. Kali ini saya buat sesuai keinginan saya ah. Akhirnya dibuatkan rangkaian bunga tetap dengan mawar tapi dengan model simple seperti bouquet dihias bintang-bintang kecil dari kulit kerang untuk aksennya.

Masuk bulan September ini mau nggak mau jadi kepikiran juga. Pesan bunga nggak ya? Kalau pesan berarti belum jadian, ada untungnya yaitu saya dapat order tapi kasian juga ceweknya belum membuka hati kan artinya. Eh nggak tahunya kemarin ada telpon masuk ke nomor toko dari si GG itu. Hmmm kan baru tanggal 8. Dan waktu kalimat pembukanya seperti ini ,”Halo mbak ini saya GG, bisa ngirim bunga ke daerah mana aja sih?” saya langsung mikir oh mungkin dia ngirim untuk keperluan lain. Katanya dia mau kirim ke daerah kuta.”Buat cewek saya mbak, lagi marah dia.” Oooh udah punya cewek, Noni kah? Tapi rumah Noni bukan di Kuta. Trus saya tanya message di kartunya apa? Dia jawab, “OK nanti saya sms aja message lengkapnya ya mbak…” Nggak lama kemudian ada sms masuk dan ternyata hehehehe yang dimaksud ceweknya itu ya si Noni, karena urgent bunganya dikirim ke kantornya. Horeeee udah jadian hehehehe.

Akhirnya dikirimlah si bunga seperti di foto ini. Diantar ke kantornya di Kuta. Kata karyawan saya yang antar bunga, “Mbak Noni nya nggak mau turun terima bunganya bu, padahal temen-temennya udah heboh. Akhirnya ada juga yang turun mengambil dari lantai 2 tapi cowok bu”. Ya udahlah yang penting udah diterima dan tugas saya sudah selesai karena bunga sudah diterima dengan selamat. Walaupun nantinya mungkin dibanting dicabik-cabik, kan saya juga ga liat (hihihi ini sih seperti sinetron Indonesia). Dan seperti biasanya untuk konfirmasi saya kirim sms ke GG mengabarkan bahwa bunga sudah diterima, dan dibalas “OK, sebentar lagi pembayarannya saya transfer ya” (karena udah repeat order ke sekian kalinya saya perbolehkan untuk pembayaran setelah bunga dikirim, biasanya sih pembayaran ditransfer dulu baru saya kirim bunganya).

Sore-sore saya terima sms, “mbak uang sudah saya transfer ya…makasi ya….hehehe. Oh ya bunganya kurang banyak, besok-besok banyakin dong atau diskon kan udah langganan hehehe…” Huhuhuhu lagi-lagi seperti itu, banyakin bunganya dong! Eh tapi berarti dia liat rangkaian bunganya dong, berarti dia udah ketemuan dong ama ceweknya, dan berarti bunga saya nggak dibanting dan dicabik-cabik dong…hahahaha legaaaa….

 

Foto Request September 3, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto — luhayu @ 2:18 am
Tags:

Foto-foto berikut untuk memuaskan dahaga *uhuk* fans Bodhi yaa…

Juga untuk menjawab, Bodhi udah bisa apa? Hehehe Bodhi sekarang udah 9mos2wks, udah bisa sprint crawling sampe susah nangkepnya, udah mantap bangun lalu berdiri sendiri dengan berpegangan, tapi kalo yang berdiri sendiri tanpa berpegangan per hari recordnya baru 2 kali. Kalo ngomong udah jelas mama papanya, tapi masih suka mogok kalo dipaksa unjuk kebolehan ngoceh di depan orang lain. Udah bisa juga manggil ‘bho bho’ nama anjing kami dengan jelas, malah suka ikut-ikutan marah kalo didengarnya kami marahin bobo. hmmmm yang ini kudu diwaspadai takut dia kebiasaan tereak-tereak. Trus apalagi yah, sementara baru itu deh curriculum vitae nya Bodhi selain bobok, mamam, pipis di celana kalo telat diajak ke kamar mandi (walaupun untuk urusan ngompol malam udah ga lagi sejak umur 5 bulan, senangnyaaaa). Baca belum bisa, apalagi nulis, kecuali ngetik kata-kata ajaib kalo pas ikutan kerja ama papanya atau browsing dengan mamanya.

Silahkan dinikmati foto-foto yang ga banyak ini, secara sekarang kalo mau moto harus ada pendamping demi keselamatan bersama hehehe….

baru bangun nih mata masih bengkak
berdiri di jendela kamar
ini nih yang suka bikin jantungan
cemong habis mamam

cemong habis mamam

ini nih yang suka bikin jantungan
berdiri di jendela kamar
baru bangun nih mata masih bengkak