Luh Ayu Writing

From mind to words

Salon Mama October 23, 2008

Filed under: bodhi, foto — luhayu @ 2:52 pm

Nggak heran salon khusus baby dan balita itu mahal!!! Gunting rambut anak sendiri aja susah bener. Mesti nyari hari baik biar guntingannya rata heheheheh. Sambil nguber-nguber kesana kemari plus rayuan nyanyian merdu mama (nggak percaya? :P ) rapi deh rambutnya Bodhi. Ini hasilnya….

 

Pasar Kumbasari October 23, 2008

Filed under: bali, foto — luhayu @ 11:59 am
Pasar Kumbasari

Pasar Kumbasari

Kalau ke Bali direkomendasikan ke Pasar Seni Sukawati udah sering dan biasa dong ya. Kalau ke Pasar Kumbasari mungkin belum banyak yang tahu kalau pasar seni yang lokasinya di pusat kota Denpasar tempo dulu ini (tepatnya di jalan Gajah Mada) sebenarnya memiliki sesuatu yang nggak kalah bahkan kalau menurut saya lebih dari pasar Sukawati. Sesuatu itu: ‘Good Price, Good Quality Product, Good Service’. Hmmm tapi sayang belum bagus di masalah perparkiran. Ok deh yang nggak bagus dibahas belakangan, sekarang bahas yang bagus aja dulu…

Kalau saya memang paling suka ke pasar ini untuk keperluan belanja-belanja souvenir ataupun kebutuhan interior (cieeeh kaya’ yang designer interior aja) seperti peralatan dapur, kamar mandi, atau sekedar hiasan rumah. Kadang untuk dipakai sendiri, kadang untuk oleh-oleh kadang juga kalau ada pesanan wedding souvenir. Bentuk pasarnya seperti pasar seni pada umumnya, ada kios-kios baik besar ataupun kecil (karena ada satu toko yang menempati puluhan los sekaligus!! Bangunannya terdiri dari 4 lantai yang mana lantai dasar adalah pasar umum yang menjual kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan upacara adat/agama (seperti pasar di Bali pada umumnya lah). Sementara 3 lantai sisanya diisi oleh penjual segala jenis barang kerajinan. Mulai dari baju, sarung pantai, sendal, tas-tas cantik, pernak-pernak accesories seperti kalung, gelang, cincin dari segala macam jenis bahan. Sampai oil burner, aromatherapy, ceramic, wooden, keranjang-keranjang unik (yang bagus banget untuk vase bunga) dan masih buanyaaak lagi. Barang yang dijual tidak hanya kerajinan dari Bali tapi Lombok, Jawa, Sulawesi juga ada. Kualitasnya? Bagus tentunya. Barang yang sudah ada disini biasanya yang sudah pilihan jadi bukan sekedar oleh-oleh yang sekali dua kali pakai langsung dibuang. Walaupun untuk baju sih ada kok yang kualitasnya seperti itu, jadi kesimpulannya nyari yang murah meriah ada yang high quality juga ada.

Masalah harga? Relative. Kalau menurut saya, sangat masuk akal dan pedagangnya nggak suka nipu. Apa karena saya orang Bali ya, jadi kalo kesana diajak berbahasa Indonesia saya balas dengan bahasa Bali. Tapi walaupun bukan orang Bali jangan takut untuk belanja, ditawar aja pedagangnya nggak bakal marah. Mereka ramah-ramah. Nggak seperti pedagang di Kuta jaman dulu sebelum bom Bali yang bisa ngomel-ngomel kalo ditawar harga barangnya. Lho emang beda ya setelah bom Bali? Iya beda banget! Mungkin karena sekarang mereka baru ngerasa pembeli adalah raja, secara turis kan sempat seret pasca bom itu. Yah biasalah banyak orang lupa kalo hidup nggak selalu diatas. Eh kok jadi ngelantur.

Masalah ramah-tamah itu bagian dari good servicenya. Selain itu mereka helpful. Misalnya seperti kemarin saya mencari patung Garuda ukuran kecil ke suatu toko, tapi mereka nggak punya barangnya. Mereka nggak segan menunjukkan kita toko yang menjual barang seperti yang kita inginkan. Atau kalau kita malas keliling, mereka bisa bantu dengan mengambilkan barangnya ke tempat yang dimaksud tentunya kita negosiasi harga dengan mereka. Biasanya juga nggak beda harga kok kan mereka juga udah itung-itungan kali ya pembagian keuntungannya. Pokoknya mereka saling membantu lah, kompak gitu sesama pedagangnya.

Oh ya mengenai harga, kalau takut dimahalin ada tipsnya nih :) Pertama kali datang aja dulu ke toko Hawaii. Letaknya paling bawah, pas baru naik tangga langsung ketemu tuh toko. Disana nyaris semua jenis barang ada, dari baju sampe hiasan rumah. Liat-liat dulu harganya, karena mereka nempel harga pas. Kalau udah ketemu yang diincer, coba deh kelilingin pasarnya lalu kalau udah ketemu tanya harganya kalo dirasa kemahalan tawar lagi dibawah harganya Hawaii. Tapi jangan terlalu rendah dari harga Hawaii lah nawarnya, kesian pedagangnya hehehe. Apalagi kalo kita bilang untuk dijual lagi dan ambil jumlah banyak, dijamin dikasi harga bagus deh.

Tahun lalu pasar ini kebakaran (awal Mei 2007). Uh sampe inget ya. Iya, soalnya pas denger kabar pasar Kumbasari kebakaran duh kok jadi ikutan lemes. Kebayang toko-toko yang sering saya kunjungi, beberapa pemilik toko yang saya inget mukanya dan baik-baik banget itu. Belum barang-barang bagus yang ikut kebakar. Duh hati saya bersama mereka deh waktu itu. Sediiiih banget. Apalagi setelahnya terjadi kesimpangsiuran apakah pasarnya akan dibangun lagi atau nggak, direlokasi atau nggak. Saya takut banget Pasar Kumbasari tinggal nama. Untuuuung ngga kejadian, karena tahun ini kalau nggak salah akhir Agustus 2008 pasarnya udah beroperasi kembali. Dengan renovasi yang bikin pasarnya makin rapi. Dan senanganya toko-toko yang biasa saya kunjungi juga tetap buka disana. Ada sih yang pindah tapi pindang ke gedung sendiri dan deket banget sama rumah saya, uhuiii… Tapi tetep lebih seneng ke pasar ah, suasananya beda, soul hunting nya dapet banget. Hihihi dasar udik aja kali ya.

Naah kemarin kebetulan bawa kamera untuk foto-foto in souvenir yang diminta calon customer, difoto juga deh pasar kesayanganku ini. Yang meskipun parkirnya susaaah setengah mati. Lebih baik naik motor daripada bawa mobil kalo kesana. Kalaupun terpaksa bermobil karena belanjaan sudah diperkirakan akan banyak, ajak supir aja, kalo ga ada supir ajak aja pacar, suami/istri, adik/kakak,teman yang bisa nyetir tentunya :D Minta diturunkan di depan pasar, lalu biarkan mereka berkreasi mencari parkir di jalan-jalan lain, misalnya di jalan Sumatra, jalan Sulawesi atau dimanapun yang nggak ada tanda P dicoret. Kalau sudah selesai belanja jangan khawatir bakal berat bawa dagangan karena di pasar banyak WTS alias Wanita Tukang Suun alias ibu-ibu dan mbak-mbak yang siap membantu membawakan belanjaan Anda. Fee nya? Pasarannya 2000 saja!! Tapi kalau nggak tega kasi deh 5000, dijamin kalo ke pasar di hari berikutnya banyak senyum terkembang dari para wanita itu untuk Anda hihihi. Pembeli dermawan dong ceritanya, sekali-kali bergaya orang kaya boleh dong, walaupun cuma ngelebihin 3000 perak!! Ngerusak harga pasaran? Ah nggak juga, wong kalo ada yang ngasi 2000 tetap mereka terima kok. Nggak maksa dikasi lebih.