Luh Ayu Writing

From mind to words

Masih cerita liburan di Palembang January 29, 2009

Filed under: Mind, event — luhayu @ 4:43 am

Hari ini masih di Palembang. Memang lumayan lama liburan kali ini, 8 hari. Lebih banyak di rumah, hanya keluar untuk berkunjung ke rumah saudara. Tidak terlalu berwisata kuliner juga, nggak terlalu kepengen, makanan di rumah sudah cukup memuaskan.

Ada yang menyenangkan Imlek tahun ini, tepat di tahun baru dapet keponakan baru. Cewek, ndut dan panjang. Sepertinya akan tumbuh jadi anak yang cantik, selalu sehat dan jadi anak yang baik mudah-mudahan. Lahiran proses alami, jadi terasa sebagai hadiah Imlek yang menyenangkan bukan?

Dan juga ada yang istimewa liburan kali ini, karena kakak ipar mengundang seorang guru meditasi untuk datang ke Palembang. Beliau menginap di rumah dan setiap hari memberikan pelatihan meditasi. Sungguh beruntung dan berkah bagi saya. Terima kasih untuk ce Tuty yang sudah mendatangkan beliau. Karma baik akan berbuah baik.

Saya bersyukur sudah terlahir di keluarga yang baik dan telah diberikan tambahan keluarga yang tak kalah baiknya.

 

Happy Chinesse New Year January 25, 2009

Filed under: event — luhayu @ 3:33 pm

Tiap tahun pulang kampung ke Palembang (kampungnya suami) untuk merayakan tahun baru Imlek, itu sih sudah tradisi. Wajib hukumnya untuk pulang. Berkumpul, bertemu. Tapi setiap kali terasa ada yang berbeda, setiap kali ada hal yang bikin kangen untuk selalu pulang dan pulang. Selain untuk menjenguk orang tua tentunya, dan mengunjungi para teman pedagang jajanan super lezat di Palembang :)

Tapi serius, bukan makanan itu yang jadi target. Tapi kebersamaan. Menyaksikan yang dulunya anak-anak menjadi dewasa, mengomentari prestasi berat badan masing-masing, juga moment memperkenalkan calon pasangan. Berbagi cerita, berbagi ceria. Saling mencela, saling mendoakan. Saling bertukar oleh-oleh, karena kami kini sudah berpencar di berbagai kota dan negara. Jadi bertemu setahun sekali, indah rasanya. Yang bekerja, cuti dengan penuh suka cita. Yang sekolah dan kuliah, tak sabar menunggu hari libur untuk segera mengepak barang dan terbang ke kota kelahiran. Yang biasanya sendirian di rumah ngurus anak -contohnya yang ngetik tulisan ini- sudah tak sabar menunggu saatnya rehat sejenak, karena berkumpul dengan anggota keluarga yang banyak, berarti akan mendapat pengasuh gratis yang banyak juga hihihi.

Tahun inipun kami berkumpul kembali di Rumah Patal, begitu kami menyebut rumah orang tua. Karena lokasinya memang di depan bekas pabrik pemintalan (PATAL) benang Palembang. Tiket sudah dipesan sebulan sebelumnya, karena sudah dipastikan tiket Jakarta Palembang akan banyak peminat, mengingat tradisi Imlek masih kuat di Palembang. Oh ya kalau dari Bali belum ada penerbangan langsung ke Palembang, sehingga mau-tidak-mau-dan-terpaksa kami transit di Jakarta. Dan kali ini kami berangkat tanggal 24 Januari dari Denpasar, untuk kemudian transit di jakarta untuk kemudian bertemu saudara-saudara di airport dan terbang bareng ke Palembang. Seru juga, karena waktu transit jadi tidak terasa.

Nah ternyata Bodhi yang kali ini adalah kesempatan keduanya ke Palembang, seperti boneka yang diputar kuncinya terlalu banyak. Karena di airport Jakarta, jalaaaan terus nggak berenti-berenti. Hehehe kali ini kan beda, kalau 7 bulan lalu dia masih digendong-gendong, kali ini dia sudah bisa jalan. Nggak mau digendong. Bahkan sejak turun pesawat dia jalan sendiri sampai ke ruang boarding (tentungnya bukan langsung turun tangga pesawat sendiri ya). Dan sampai di Palembang juga masih begitu, jalaaaaan aja. Mungkin karena tempat baru, suasana baru, ketemu banyak sepupunya, jadi dia bersemangat mengeksplorasi semuanya. Hasilnya?? Malamnya menjelang tidur, rewel!! hmmmm pasti kakinya pegel banget tuh. Sudah kenyang mik ASI belum juga bisa tidur, akhirnya dia guling-guling di tempat tidur sambil merengek-rengek. Akhirnya jurus pijatan mama keluar deh.Ga sampe 5 menit diurut dengan minyak telon, bobok pulas sampe besok pagi hehehe.

Malam ini malam tahun baru. Kita mensyukuri segenap hal yang kita peroleh dan alami di tahun Tikus yang lalu dengan makan bersama. Makan malam yang mewah, karena banyak cinta terasa di dalamnya. Dalam setiap makanan yang dibuat dengan penuh cinta, karena banyak yang disesuaikan dengan selera anggota keluarga. Mewah juga karena ini kesempatan langka, setahun sekali. Mewah karena harga tiket pesawat yang semakin melambung meskipun bensin sudah turun hehehe. Tapi lebih dari semua kemewahan itu, bertemu keluarga, melihat senyum orang tua tercinta, nilainya: Priceless.

Selamat Tahun Baru. Tahun ini tahun kerbau tanah. Sesuai simbol kerbau yang senantiasa harus bekerja keras, semoga kita semua pun bisa meniru semangat kerja kerasnya, sehingga apapun yang akan kita lalui bisa kita atasi.

 

Iklan yang Baik January 9, 2009

Filed under: Mind — luhayu @ 4:04 am

Well mungkin baik disini relatif ya. Tapi menurut saya sih ini salah satu iklan yang baik, dalam artian bisa memberikan efek education ke penontonnya. Iklan itu iklan salah satu operator telepon seluler dengan pemeran “Kiara dari Denpasar”. Dalam iklan itu diceritakan bagaimana Kiara begitu penolong, cekatan, dsb nya. Pokoknya sikap-sikap yang baik deh.

Kenapa saya bilang baik, karena secara kebetulan saya mengalami kejadian yang ada dalam iklan. Ketika sedang asyik memilih jeruk di sebuah hypermarket tiba-tiba jeruk-jeruk itu menggelundung tak terkendali hehehe. Dan sewaktu saya akan bersiap memungutinya, tiba-tiba sudah ada anak kecil yang membantu saya memunguti. Hmmm belum pernah saya mengalami yang seperti itu. Biasanya orang akan berlalu begitu saja, sambil kadang memandang dengan pandangan gimana-sih-kok-ga-hati-hati-banget.

Saya tidak tahu apakah iklan dan kejadian itu berhubungan. Tapi kok pas banget, malamnya saya nonton iklan yang sepertinya baru tayang itu, lalu besoknya saya mengalami kejadian yang kurang lebih sama. Jika seandainya benar, maka selamat untuk team kreatif iklan tersebut. Alih-alih membuat iklan saling menjatuhkan, bahkan dengan mengexploitasi kekurangan fisik seseorang, team iklan provider ini membuat sesuatu yang sedikit ‘keluar arus’. Walaupun sebenarnya iklannya lah yang sesuai jalur. Masih ingat saya dengan iklan ‘cumi – cucah mingkem’. Sampai ada orang tua yang menulis surat pembaca yang menyesalkan kenapa iklan seperti itu dibuatĀ  tanpa memikirkan akibatnya. Karena sejak iklan itu tayang, setiap kali ada seseorang dengan penampilan fisik seperti pemeran iklan tsb, maka anak-anak di lingkungannya akan berteriak “cumi…cumi…”. Menyedihkan ya.

Semoga semakin banyak orang pintar yang berbudi pekerti dan bertanggung jawab ya. Tapi saya yakin kok, memang masih ada orang-orang seperti itu, buktinya sudah ada toh iklan yang baik itu. :)