Luh Ayu Writing

From mind to words

Ma…aku mau jadi petani… February 18, 2009

Filed under: Baby, Environment, Mind, bodhi — luhayu @ 5:51 am

Dulu… saya sering mikir, pikiran klasik sebenarnya, “mau jadi apa anak saya terserah dia, yang penting jadi orang yang berguna buat dirinya, syukur-syukur buat orang lain.” Gampang banget kesannya. Tapiiii setelah punya anak, sering juga sih terpancing untuk ikut-ikutan dan menjadi seragam dengan yang lain, karena ngeliat kok keren ya kalo anak saya jadi dokter spesialis, wah pasti senang kalo anak saya jadi penulis buku terkenal, di setiap bukunya pasti akan ditulis “thank you to my lovely mom”, bangga juga kali ya kalo anak saya jadi bintang film ngetop di hollywood dan kalo menang oscar nama saya disebut juga di atas panggung, hahaha berlebihan banget ini sih emaknya. Tapi jujur belum pernah mikir “Bahagianya kalau ternyata anak saya memilih menjadi seorang petani.”

Nah belakangan ini saya sering kepikiran tuh kalo seandainya anak saya nanti pengennya jadi petani. Saya udah sibuk mikirin nasehat yang akan saya berikan untuk dia. “Boleh nak, asal jadi petani yang punya lahan sejuta hektar…”. Hmmm tetap terdengar tidak merestui dengan tulus yak, hehe.

Tapi kenapa kok tiba-tiba saya kepikiran seperti itu? Asalnya ya nggak jauh-jauh, dari saya juga sebenarnya. Yang udah lama banget pengen punya lahan sejuta hektar (sekarang sih 100m2 aja belum punya). Yang belakangan ini makin ngebet pengen punya pertanian organik, tapi apa daya uangnya belum punya. Jadi seperti halnya orangtua ‘diktator’ yang lain, saya mulai melirik anak saya, hihihi. Bagaimana kalau seandainya dia yang berhasil mewujudkan pertanian organik sejuta hektar itu. Tapi ya saya nggak mau ah maksa-masa (masa seeeeh….:)) ), biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri. tsaah… yakin buuu???

Oh ya, emang nggak takut jatuh gengsi kalo ada yang nanya anaknya kerja apa? trus jawabnya jadi petani!! Gengsi??? Saya sih masih punya urat malu, tapi kalo gengsi ga tahu tuh udah sejak kapan saya ga punya. Cieee gaya sejuta!!!

Walaupun mengaku akan membiarkan segalanya mengalir sesuai skenario kehidupan, saya tetep posting di sini dan dan di blog. Sapa tahu nanti-nanti kalo anak saya baca, dia jadi tahu kalo mau jadi petani adalah mulia dan mama nya merestui. Tapi petani tanaman lho ya, bukan petani tambak. Di tulisan ini dia akan lihat, bahwa untuk makan itu kalau tahu prosesnya dari awal akan membuat diri kita semakin mencintai alam dan semesta ini, dan menjadi orang yang bersyukur. Dia bisa lihat fotonya panen labu, menunggu sebulan supaya labunya matang sebelum siap disantap sebagai nugget ikan!!! horeeee

Disini nih tumbuhnya labu parang si orange lezat menggoda itu. Bijinya dari labu parang yang biasa diolah untuk maemnya Bodhi. Tanah tempatnya tumbuh di tanah kosong belakang rumah, punya tante saya hehehe

dsc009071

Baby Farmer. Habis panen gosok minyak telon dulu biar ga masuk angin. tgl 10-Jan-2009.

dsc00909

sebulan kemudian baru menguning!! Pengen buktiin hasil interview ke petani labu, katanya kalo makin lama disimpan makin manis rasanya, dan ternyata benar!!
dsc00844
Ini setelah jadi fish nugget. Dapet resepnya dari mbak Inta, hasilnya emang enyaaak. Ada rasa manis dari labu nya, ga perlu tambah gula kaaan jadinya. Kalo ikannya lebih ke bentuk pesawat, harap maklum karena ga pake cetakan tapi dibentguk pake tangan.Kalo ada juga yang udah sompal, harap maklum juga sebelum dimakan anak, emaknya wajib jadi tester ^_^
dsc00845
Nah ini eksekutor fish nuggetnya. Hap lalu dilahap, hehehe.
dsc00847
 

Leave a Reply