Menerima alias iklas. Gampang diucapkan sulit dipraktekkan, tapi bukannya tidak mungkin.
Ketika mendapat sebuah pelajaran yang seringkali disebut musibah/cobaan/ujian, lebih sering kita mencari faktor penyebab di luar diri. Jarang sekali kita langsung mencari di dalam diri, ada apa dengan saya? Apa yang sudah saya lakukan sehingga ini terjadi?? Lebih sering faktor external yang dicari, dicaci, dihujat, disalahkan. Akibatnya, sulit…sulit sekali menerima sebuah kejadian menjadi hanya sebuah kejadian. Tanpa menghubungkannya dengan hal-hal lain, yang alih-alih bisa menyelesaikan masalah, malah lebih sering menambah masalah.
Tapi ketika kita sampai pada sebuah titik, menyadari bahwa yang terjadi adalah rangkaian proses sebab akibat dari diri kita sendiri, entah mengapa, rasa menerima itu lebih mudah didapat. Menerima bukan berarti pasif semata. Pasif pada nasib apalagi yang namanya takdir. Karma pun bisa diubah atau direduksi efeknya bukan? Karma buruk berbuah manis ketika timbunan karma baik mencukupi untuk menetralisirnya. Karma baikpun bisa berubah buruk ketika kita lupa menanam sebanyak-banyaknya karma baik, terbuai oleh sisa-sisa karma baik yang rasa-rasanya sudah kita perbuat, ibarat makan nasi basi.
Dan ketika rasa menerima sudah kita genggam, entah kenapa semua masalah tidak lagi terasa seberat sebelumnya. Yang muncul optimisme dan keyakinan bahwa segala sesuatu ada awal dan akhirnya. Akhir dari cerita memang kita tidak pernah tahu, akankah baik atau buruk. Tapi karena sudah menerima, kita siap konskwensinya, ketika akhir yang buruk yang datang, hati lebih siap, kepala tetap tegak menerimanya. Sesakit apapun rasanya. Mungkin akan ada air mata, tapi mudah-mudahan adalah air mata kelegaan.
Memang dalam hidup pelajaran selalu datang. Lulus dalam satu mata ujian, belum tentu akan lebih mudah melalui ujian berikutnya. Tapi bukankan memang demikian hidup yang benar-benar hidup?? Tidak selalu lurus, kadang berbelok. Tidak selalu nyaman, kadang berkerikil. Tapi saya yakin itulah yang menyempurnakan saya, untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Itu harus!!!