Luh Ayu Writing

From mind to words

Ngga makan yang hidup March 2, 2010

Filed under: kuliner,Mind — luhayu @ 11:30 am

Ya iyalah, sebagian besar orang yang ‘normal’ pasti makan sesuatu yang udah mati/dibunuh dulu lah ya. Tapi maksud saya nggak makan yang hidup-hidup itu, seperti misalnya: nggak makan daging ayam yang saya sendiri yang membunuhnya, atau saya yang meminta untuk membunuhnya. Misalnya begini: Untuk mendapatkan daging yang yakin segar saya beli ayam hidup, lalu saya sembelih sendiri di rumah. Kalo yang ini ampun-ampun deh, jangan suruh saya. Atau, saya ke pasar tunjuk-tunjuk ayamnya, lalu saya bilang ke yang jual, saya beli yang itu pak tolong disembelihin dan dibersihin. Itu juga saya gak mau. Nggak cuma untuk ayam, untuk semua jenis daging dan binatang laut juga saya gak mau.

Kalau ada pemilik/pelayan restoran yang bilang dengan bangga, semua ikan/udang/kepiting disajikan segar, dimasak hidup-hidup atau ikan dipanen dari empang begitu ada pesanan. Maka saya lebih baik ga jadi makan disana, atau saya pilih menu yang berasal dari hewan yang memang sudah mati. Saya pesan atau tidak saya pesan, dia sudah menemui ajalnya, jadi bukan karena saya yang memesannya untuk membunuhnya. No thanks. Atau lebih baik kalau sudah lapar sekali, saya beli sayurnya aja, kalo ada tahu dan tempe, syukurlah. Apalagi kalau ada sambal, makin nggak masalah kalo saya gak jadi makan daging hari itu.

Intinya saya gak mau jadi penyebab kematian suatu mahluk, meskipun katanya mahluk-mahluk itu tersedia untuk manusia. Masih banyak mahluk yang sudah dibunuh terlebih dahulu, daripada dia mati sia-sia, ya saya gunakan dia untuk kebutuhan saya tapi bukan untuk keinginan saya. Artinya saya makan dia karena saya butuh makan, bukan karena saya ingin makan kepiting saus padang segar, ikan panggang yang gurih yang konon cuma ada di suatu restoran dan demi mendapat kelezatannya, yang terbaik adalah yang dimasak segera setelah dibunuh, atau kalo udang malah yang enak katanya udang mabok, jadi udangnya masih hidup dimasukkan di wajan. Oh please deh.

Oke ini masalah pilihan dan prinsip, setiap orang boleh memilih apa yang mau dimakan. Begitu juga saya :)

Advertisement
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.