Luh Ayu Writing

From mind to words

Ma…aku mau jadi petani… February 18, 2009

Filed under: Baby, Environment, Mind, bodhi — luhayu @ 5:51 am

Dulu… saya sering mikir, pikiran klasik sebenarnya, “mau jadi apa anak saya terserah dia, yang penting jadi orang yang berguna buat dirinya, syukur-syukur buat orang lain.” Gampang banget kesannya. Tapiiii setelah punya anak, sering juga sih terpancing untuk ikut-ikutan dan menjadi seragam dengan yang lain, karena ngeliat kok keren ya kalo anak saya jadi dokter spesialis, wah pasti senang kalo anak saya jadi penulis buku terkenal, di setiap bukunya pasti akan ditulis “thank you to my lovely mom”, bangga juga kali ya kalo anak saya jadi bintang film ngetop di hollywood dan kalo menang oscar nama saya disebut juga di atas panggung, hahaha berlebihan banget ini sih emaknya. Tapi jujur belum pernah mikir “Bahagianya kalau ternyata anak saya memilih menjadi seorang petani.”

Nah belakangan ini saya sering kepikiran tuh kalo seandainya anak saya nanti pengennya jadi petani. Saya udah sibuk mikirin nasehat yang akan saya berikan untuk dia. “Boleh nak, asal jadi petani yang punya lahan sejuta hektar…”. Hmmm tetap terdengar tidak merestui dengan tulus yak, hehe.

Tapi kenapa kok tiba-tiba saya kepikiran seperti itu? Asalnya ya nggak jauh-jauh, dari saya juga sebenarnya. Yang udah lama banget pengen punya lahan sejuta hektar (sekarang sih 100m2 aja belum punya). Yang belakangan ini makin ngebet pengen punya pertanian organik, tapi apa daya uangnya belum punya. Jadi seperti halnya orangtua ‘diktator’ yang lain, saya mulai melirik anak saya, hihihi. Bagaimana kalau seandainya dia yang berhasil mewujudkan pertanian organik sejuta hektar itu. Tapi ya saya nggak mau ah maksa-masa (masa seeeeh….:)) ), biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri. tsaah… yakin buuu???

Oh ya, emang nggak takut jatuh gengsi kalo ada yang nanya anaknya kerja apa? trus jawabnya jadi petani!! Gengsi??? Saya sih masih punya urat malu, tapi kalo gengsi ga tahu tuh udah sejak kapan saya ga punya. Cieee gaya sejuta!!!

Walaupun mengaku akan membiarkan segalanya mengalir sesuai skenario kehidupan, saya tetep posting di sini dan dan di blog. Sapa tahu nanti-nanti kalo anak saya baca, dia jadi tahu kalo mau jadi petani adalah mulia dan mama nya merestui. Tapi petani tanaman lho ya, bukan petani tambak. Di tulisan ini dia akan lihat, bahwa untuk makan itu kalau tahu prosesnya dari awal akan membuat diri kita semakin mencintai alam dan semesta ini, dan menjadi orang yang bersyukur. Dia bisa lihat fotonya panen labu, menunggu sebulan supaya labunya matang sebelum siap disantap sebagai nugget ikan!!! horeeee

Disini nih tumbuhnya labu parang si orange lezat menggoda itu. Bijinya dari labu parang yang biasa diolah untuk maemnya Bodhi. Tanah tempatnya tumbuh di tanah kosong belakang rumah, punya tante saya hehehe

dsc009071

Baby Farmer. Habis panen gosok minyak telon dulu biar ga masuk angin. tgl 10-Jan-2009.

dsc00909

sebulan kemudian baru menguning!! Pengen buktiin hasil interview ke petani labu, katanya kalo makin lama disimpan makin manis rasanya, dan ternyata benar!!
dsc00844
Ini setelah jadi fish nugget. Dapet resepnya dari mbak Inta, hasilnya emang enyaaak. Ada rasa manis dari labu nya, ga perlu tambah gula kaaan jadinya. Kalo ikannya lebih ke bentuk pesawat, harap maklum karena ga pake cetakan tapi dibentguk pake tangan.Kalo ada juga yang udah sompal, harap maklum juga sebelum dimakan anak, emaknya wajib jadi tester ^_^
dsc00845
Nah ini eksekutor fish nuggetnya. Hap lalu dilahap, hehehe.
dsc00847
 

Liputan Ultah November 20, 2008

Filed under: bodhi, foto, friends — luhayu @ 6:01 am
Tags:

Ulang Tahun pertama Bodhi dirayakan kecil-kecilan. Cuma mengundang teman-teman Bodhi yang sering main ke rumah. Juga mengundang para oom dan tante yang selalu care sama Bodhi sejak Bodhi lahir. Ada undangan khusus dari jauh juga loh, Yeye dan Ama dari Palembang dateng khusus buat merayakan ultah Bodhi. Tentunya dengan pasukan khusus juga, yaitu pempek dan kawan-kawannya hahaha.

Tapi dari semua yang diundang ga semua bisa hadir juga, ada yang tiba-tiba sakit (“semoga cepet sembuh yaa kakak…”), ada yang masih di luar kota, ada yang papa mamanya ada acara lain sehingga nyusul dateng besoknya. Tapi sebenarnya dateng besoknya juga ga telat kok, soale ultah Bodhi dirayakan maju sehari. Semestinya 17 Nov tapi dimajukan jadi tanggal 16, supaya pas hari minggu.

Rencananya mau pesta kebun, gelar meja dibawah pohon kelapa. Tapi cuacanya mendung dan sempet hujan bentar. Akhirnya dipindahkan jadi semi outdoor. Di teras dapur hehehe. Dihias balon-balon oleh team dekorasi hihi (thanks oom Jaya dan tante Trisna). Dengan menu pempek,tumpeng nasi kuning (yang ini hadiah ultah dari Ninik….muah-muah), kue tart mickey mouse, kue dan pudding buatan mama (harus ada doooong yang buatan mama :) ) lumayan rame juga acaranya.

Makasi ya buat semua yang meluangkan waktu untuk hadir. Terima kasih untuk doanya (yang langsung maupun lewat sms) supaya Bodhi selalu sehat dan tumbuh cerdas serta jadi anak yang baik. Terima kasih juga angpaw dan kado-kadonya hihihi. Bodhi dapet kolam renang guede dan mickey mouse guede juga. Heiran deeh kok pada tahu ya bodhi lagi pengen apa (Bodhi apa mamanya seeh xixixi)

Semoga semua juga selalu berbahagia ya……

 

Selamat Ulang Tahun Cintaku November 17, 2008

Filed under: Mind, bodhi — luhayu @ 2:24 am
Tags: ,
Birthday Lotus

Birthday Lotus

Anakku sayang….

Sesungguhnya banyak sekali kata yang sudah mama persiapkan

untuk mama sampaikan padamu hari ini

karena mama ingin kamu tahu betapa mama sayang padamu

Tapi hati ini terlampau penuh sesak oleh cinta tak terucap

air mata mama terlalu sombong berkompromi untuk tidak menetes

Hanya mama yang tahu apa yang mama rasakan saat ini

Tapi mama yakin kamu anakku lebih tahu apa yang mama rasakan

Bukankah cinta bukan untuk diucap tapi untuk dirasa?

Selamat ulang tahun Anakku sayang

Cinta mama untukmu hanya kamu yang tahu sebesar apa

Hati mama untukmu hanya kamu yang mampu merasakan seluas apa

Terima kasih untuk cinta dan kepercayaanmu

Terima kasih untuk kesempatan indah yang kau cipta

Terima kasih untuk cahaya terang yang kau nyalakan

Terima kasih untuk udara segar yang engkau hembuskan

Saat kamu hadir, mama tahu kamulah salah satu jalan

sehingga nama Bodhi disematkan padamu

Maafkan mama jika terlalu besar berharap

Namun mama yakin kamu mengerti karena kamu sang belahan hati

*hey lihatlah….! Lotus di halaman rumah yang ditanam sebelum kamu hadir di rahim mama, yang belum pernah berbunga sekalipun, bulan ini tahun ini dia berbunga…. indahnya….

maka mama beri dia nama Birthday Lotus, karena dia hadir untuk menyemarakkan ulang tahunmu Nak

Semua berbahagia untukmu, semoga kamupun bisa membawa bahagia bagi semua mahluk

Semoga welas asih menjadi nama tengahmu.

 

Salon Mama October 23, 2008

Filed under: bodhi, foto — luhayu @ 2:52 pm

Nggak heran salon khusus baby dan balita itu mahal!!! Gunting rambut anak sendiri aja susah bener. Mesti nyari hari baik biar guntingannya rata heheheheh. Sambil nguber-nguber kesana kemari plus rayuan nyanyian merdu mama (nggak percaya? :P ) rapi deh rambutnya Bodhi. Ini hasilnya….

 

Jalan-jalan ke Bebek Bengil September 29, 2008

Filed under: bali, bodhi, foto, review — luhayu @ 2:43 am
Tags:

Kok judulnya jalan-jalan bukannya makan-makan? Secara Bebek Bengil itu kan restoran yang saya yakin buanyaaak banget yang tahu dan memfavoritekan restoran ini. Kenapa jalan-jalan, karena pas hari minggu kemarin kesana memang lebih enjoy suasananya daripada makanannya. Makanannya biasa aja, mungkin memang lebih sesuai ke selera turis yah. Maaf ya buat penggemar fanatik Bebek Bengil, ini hanya masalah selera. Dan yang belum pernah icip-icip dan baru dengar namanya yang melegenda, jangan jadi ragu untuk datang…silakan datang silakan dijajal, selera orang kan beda-beda.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih untuk seorang teman dari Ubud yang mensponsori acara makan-makan kemarin. Tapi kita enjoy banget dengan suasananya, dengan keramahan pelayanan Bebek Bengil, juga untuk jamuan pre lunch di rumahnya yang asri dan sejuuuk (kalau aku orang kaya pengen punya rumah di Ubud juga hueeee). Dan yang paling dinikmati kemarin itu mendengarkan gamelan rindik (kalo saya ga salah) di tepian sawah yang sedang mulai berbulir padinya. Hmmm surga dunia yang sesungguhnya nyam nyam nyam

Papa & anak yg sumringah

Papa & anak yg sumringah

 

Ya Jualan Ya Jalan-Jalan September 22, 2008

Filed under: bodhi, florist, foto — luhayu @ 2:50 pm
Tags:

Hari Jumat minggu lalu serasa sedang menjalankan titah Roro Jonggrang untuk menciptakan 1000 candi dalam semalam. Bedanya kalo aku diperintahkan untuk membuat 75 lei atau garland bunga untuk kalung dan 5 bouquet rose merah dalam semalam. Fiuuuuh cape, tegang tapi senang…pastinya!!

Ceritanya dapet order untuk menyediakan lei dan bouquet bunga untuk peserta konferensi tingkat Asia Pasific. Ordernya dapet dari EO yang memang udah repeat order ke Kintan Florist. Awalnya sih ga begitu yakin bakal jadi pesen ma Kintan Florist. Sebab udah di hubungi dari 3 minggu sebelumnya untuk kirim contoh foto lei yang bisa dikerjain, kemudian seminggu kemudian diminta lagi kirim foto contoh bouquet. Udah dua minggu lewat nggak ada kabar, ya diriku juga nggak berharap-harap banget, udah biasa kan orang minta penawaran trus penawaran kita dibandingin trus kalo kemudian dipilih ya bersyukur kalo ternyata nggak dipilih ya belum rejekinya berarti. Ternyata hari Minggu sore yang lalu dihubungi lagi, diminta kirim sample bouquet dan lei ke kantor EO nya. Mikir juga, kok tumben ribet banget yak pesanan bunganya hehehe pake kirim sample segala (waktu itu belum tahu kalo bakalan skala international event nya). Setelah hari Senin pagi dikirim, ditelponin lagi bisa ga bikinin yang lebih wah biar calon client mereka impress, katanya di charge juga gapapa. Maunya dikirim Senin sore itu juga, gedebak gedebuk lagi bikin karena sekalian ngurusin bikin stekwerk untuk dikirim ke Singaraja yang kudu beres hari itu juga. Sampe Rabu ngga ada kabar, mikirnya sih mungkin calon clientnya ga impress sama rangkaian yang aku buat. Eh ternyata sore-sore ada kabar yang jujur aja bagi aku kabar yang gembira banget hehehe.

Tapi karena belum pernah bikin lei sebanyak itu aku rada keteteran di perkiraan jumlah pemakaian bunga. Alhasil hari kamis udah ke pasar badung buat beli bunga kamboja bali dan gemitir, eh ternyata baru dapet 8 lei udah habis. Jadilah hari jumat siang ke pasar lagi beli yang buanyaaaaak. Sampe orang-orang di pasar heran, dan saking herannya ga segan-segan nanya buat apa beli bunga sebanyak itu. Ngeliat sampe jumat siang baru dapet 8 lei sementara harus sudah dikirim Sabtu jam 11 siang, rada panik juga. Soalnya aku ga mungkin full turun tangan untuk bikinnya, karena sekarang kan ada Bodhi, dia yang utama, ga boleh dong sampe dia terabaikan. Beruntung ibu ku yang cantik dan baik hati menawarkan diri untuk nginep di rumah, dengan catatan kudu dijemput :) Lumayaaan ada yang bantuin jagain Bodhi dan kalo pas aku yang jagain Bodhi ada yang gantian bikin lei nya. Ternyata nggak cuma salah perkiraan di jumlah bunga, aku juga salah perkiraan di sdm (jieeeeh). Padahal udah mengerahkan tenaga satu karwayan florist (emang cuma punya satu sih :P ) dan asisten rumah yang dibebastugaskan dari kerjaan rumah karena kudu full ngerjain lei ini. Ternyata sampe jam 8 malem persediaan bunga udah menipis lagi, jadi deh ngibrit lagi ke pasar beli bunga dengan dianter suami. Gile, tegang banget karena jam kayanya cepet banget sementara hasilnya masih jauh dari target. Akhirnya seperti udah diduga, begadang deh sampe jam 2.30 pagi besoknya.Ngerjain bertiga sama ibu dan asisten di rumah yang sampe nginep. Plus minta bantuan ibu dan kakak asistenku untuk dikerjain di rumahnya. Duh jam 2.30 itu aja baru dapet 50. Karena aku nya diselingi dengan nyusuin Bodhi, maemin Bodhi, bobo in dia dulu, baru deh bisa ngerangkai bouquetnya, setelah bouquet beres baru bisa bantuin ngerjain lei nya. Dipaksakan tidur karena takut besoknya malah ambruk ga bisa ngerjain apa-apa. Jam 5.30 udah bangun lagi karena harus siapin bouquet yang mesti dikirim jam 6 pagi, dan untuk ini lagi-lagi beruntung banget punya suami yang ngedukung kerjaan istrinya. Love you muah-muah untuk kesediannya nganter bouquet.

Bodhi cooperative hari itu, biasanya bangung jam 6.30 hari itu dia bangun jam 8.00. jadi sempet bantuin bikin lei lagi setelah beres siapin sarapannya. Jam rasanya cepet banget muternya… jam 10 sih udah dapet 75 lei, tapi pas mau dipacking sekalian di QC waaaaa ternyata ada yang bunganya sudah mulai coklat. Pontang panting ngefix lagi, dan sedihnya ada 5 lei yang nggak bisa diapa-apain lagi karena udah coklaaaat banget warnanya. Akhirnya diputuskan tetap berangkat karena udah telat banget. Tapi dengan membawa bunga cadangan kalau-kalau masih ada waktu akan dibuatkan lagi yang baru tapi tanpa bunga kamboja karena akan butuh waktu lama kalau pake kamboja juga. Mudah-mudahan bisa dinegosiasikan.

Sampai di Grand Hyatt ga boleh masuk lewat lobby kudu lewat loading dock. Muter lagi nyari pintu loading dock nya, sementara udah ditelponin karena udah lewat dari waktu yang diminta. Singkat cerita akhirnya ketemu dengan panitia yang ngurusin bunga, fiuuuh ternyata acaranya masih 2.5 jam lagi dan blio bersedia bunganya diganti.Jadi deh untuk kedua kalinya diriku merangkai bunga di loading dock, dulu pernah sekali di hotel di Benoa karena suatu hal merangkai di loading dock juga hahahaha. Oh ya ada lagi yang bikin seru, Bodhi pup wakakakak ada-ada aja ya. Jadi deh nyari nursery room, tapi karena posisi di loading dock gitu adanya cuma locker room. Gapapalah kasian kalo bodhi ga dibersihin, dia kan paling ga suka pantatnya kotor :P Jadi deh Bodhi bikin heboh locker cewek, ada yang sampe haaaaa haaaaa gemes gitu ngeliat si Bodhi. Dan seperti biasa Bodhi juga tebar pesona gitu kalo tahu ada banyak cewek cantik hehehe.

Akhirnya beresss juga hari itu, tapi masih deg-deg an… takut akan ada bunga yang layu lagi tapi semestinya nggak karena udah dipacking dengan daun pisang, trus khawatir juga ada yang putus nggak ya kalungnya. Mampus dah kalo sampe kejadian begitu. Jadi sepanjang hari itu berdoa semoga acaranya lancar…. (kalo beli bunga di Kintan Florist dapet plus doa loh hahaha). Tapi sampai di rumah belum bisa istirahat full karena mesti siapin bunga untuk 7 bouquet lagi yang mesti dianter Minggu sore ke acara yang sama. Minggu pagi pas nyuapin maemnya Bodhi ada pesanan bunga lagi yang mesti dianter siang itu juga. Waks hari Minggu pagi ga bisa manggil karyawan toko karena dia pasti ke gereja sampe jam 11 an. Akhirnya telpon asisten untuk dateng ke rumah. Nganternya pake motor aja, karena ga tega lagi minta tolong suami untuk nemenin nganter, dan kalo naik motor lebih gampang nyari-nyari alamat kan. Singkat cerita akhirnya beres juga ngerangkai bouquetnya. Beruntung banget ada ibu yang bisa bantuin jagain Bodhi dan nyuapin makan pas udah jam genting, dan ada adik juga yang dateng jadi lumayan bisa dipekerjakan untuk gunting-guntingin pita untuk bouquet hehehehe. Thanks all….

Ternyata untuk yang sore bunganya minta dianter ke pantai karena acaranya disana. Waaah lumayan nih bisa masuksampai pantai di Grand Hyatt pula. Bonus lah untuk perjuangan dari Jumat siang hehehe.Bodhi pasti dibawa dong, masa dibawa ke loading dock doang, ke pantai wajib dibawa dong. Apalagi (ssst….) sampai 10 bulan ini Bodhi belum pernah resmi menginjak pasir pantai loh. Biasalah mamanya paranoid, karena belakangan ini kan anginnya kenceng terus, takut dia masuk angin. Tapi akhirnya Bodhi main ke pantai juga…foto-foto tentu aja, tapi perhatiin deh foto-fotonya. Senyumnya mahaaal!!! Ternyata dia ngantuk kena hembusan angin pantai Nusa Dua yang sepoi-sepoi. Puas main di pantai dan ngider-ngider di dalam hotel (norak yah hehehe) pulang deh kita… Dan dalam hati, diriku masih berdoa terus semoga acaranya lancar…..

Dan hari ini udah ditelpon untuk segera kirim invoice karena udah mau libur lebaran biar ga ngutang katanya hehehehehe. Makasi ya udah dipercaya. Terima kasih juga untuk berkah ini. Terima kasih karena dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mendukung dan menyayangi aku, hiks….terharu…

BTW, ini beberapa fotonya. Foto bunganya malah cuma satu, hiks. Secara pontang panting ngejer waktu (padahal waktu ga pernah lari) bouquet dan garlandnya ga sempet kefoto deeeh….

Muka ngantuk

Muka ngantuk

Dipaksa Pose

Dipaksa Pose

Orange Bouquet

Orange Bouquet

 

Gapur – Gagap Dapur September 15, 2008

Filed under: ASI, Baby, bodhi — luhayu @ 6:07 pm
Tags:

Saya sih sebenarnya ga gapur-gapur amat… Lebih ke moody kali yah. Soalnya kalo udah moodnya pas jadi kok masakan enak atau cemilan lezat *seenggaknya menurut saya sih enak ya, yang nggak nyicip dilarang protes :P

Suka juga nyoba-nyoba resep, terutama yang gampang! Kalo dah ribet bahannya dan proses persiapannya, sorry yah saya belum serajin itu kekekeke

Tapi kalo lagi kumat suka nyampur-nyampur apa aja yang nemu di kulkas, hasilnya? kadang sukses kadang gagal. Yah begitulah hidup *weks serius amat

Status menikah nggak bikin penyakit moody masaknya sembuh. Tetep aja masih suka kumat, tapi beruntung nggak jadi kronis atau akut. Sejak ada Bodhi sepertinya penyakit ini secara nggak sengaja mendapat theraphy. Karena mau nggak mau harus masak. Mau nggak mau harus belajar soal gizi makanan. Soalnya setelah banyak cari tahu soal gizi bahan makanan dan cara pengolahan makanan yang benar, kalo mau makan di luar juga mesti ada faktor pendukung yang tepat yang bisa dijadikan alasan pembenaran untuk makan di luar yang nggak jelas proses masaknya. Tadinya semua itu demi Bodhi, supaya dia dari awal sudah mencicipi makanan sehat dan benar. Tapi semakin ke sini jadi semakin ngerti, bahwa selama ini saya seringkali nggak sayang badan tapi lebih memanjakan lidah. Efek sampingnya ya jadi ‘makin rajin’ ngerapiin kulkas hehehe, maksudnya selama ini sering beli bahan makanan tapi akhirnya kebuang karena udah ga layak masak. Biasa….niatnya masak, tapi malesnya lebih gede.

Dari awal belajar maem bubur susu saya siapin sendiri tepung makanannya Bodhi. Dari nyangrai beras, di grinder, di ayak di sangrai lagi. Banyak juga yang bilang, ih rajin banget, wah ibu teladan… Duh malah saya jadi malu kalo disebut begitu, nggak tahu aja yang ngomong itu, banyak yang lebih rajin, telaten dan kreatif dibanding saya. Kadang saya aja terkagum-kagum ngeliat cara mereka ngolah makanan,ada aja gitu idenya.  Dan soal dibilang ibu teladan… heeee itu bukannya sudah kewajiban yak mempersiapkan yang terbaik buat anak. Jadi bagi saya semua ibu pastilah ibu teladan bagi anak-anaknya. Wong ibu adalah role model bagi anaknya. Dan siapa sangka loh saya jadi jualan tepung beras organic khusus bayi. Huehehehe walopun pelanggannya baru satu bayi. Tapi ga pernah kepikir deh bahan makanan Bodhi laku dijual juga, lha mamanya sering nyerah duluan gini kalo udah urusan masak memasak. Sama halnya nggak kepikir bisa jadi pendonor ASI padahal di awal-awal menyusui hampir nyerah aja kalo udah denger komentar orang soal ASI saya.

Ada yang ngerasa aneh kalo saya jawab Bodhi belum pernah maem biskuit bayi. Biarin deh. Soalnya saya berniat ngasi biskuit home made juga buat Bodhi. What!!! Gaya banget deh! Yang bener aja! Saya bikin cookies? Emang bisa??? hehehehe ya bisa dong… kan udah saya bilang, kalo udah niat pasti jadi!! Bodhi akhirnya maem cookies buatan mama. Tentunya yang aman dan sehat buat bayi. No sugar…udah pasti lah. Namanya Cookies Banana Oatmeal. Jieeeh keren ya namanya. Iya dong, kan resepnya nyontek dari internet. Kalo saya mah belum kepikiran sampe nyiptain resep cookies segala. Bisanya cuma nyontek!! hahaha. Beidewei, Bodhi doyan nggak ya cookies nya, Nggak pake gula gitu. Jawabannya: DOYAN banget!!! Ah Bodhi sih memang fans berat masakan mama, biar aneh juga campurannya kalo lagi lapar ya dia makan aja. Tapi kalo lagi sedang lewat angin malesnya walaupun menurut mamanya enak tetep aja cuma dimakan beberapa sendok ama dia.

Biar gagap yang penting naked, eh salah nekad maksudnya. Iya nih biarpun gagap dapur nekad aja ikut lomba resep makanan bayi. Ceritanya sih ada tantangan bikin resep makanan bayi yang mengandung unsur kelapa *ceritanya sih suasana Agustusan, jadi kelapa dijadikan tema yang terasa keindonesiaannya. Judul lombanya keren, Mamaku Koki Handal. Menang nggak? Ih pake nanya, ya jelas nggak lah. Kalo sampe menang, saya pingsan dulu kaleeee. Tapi sebenarnya menang nggak menang, ngerasanya sih udah jadi pemenang aja, soalnya pas diuji-makan oleh Bodhi, lha ludes des des gitu dari piringnya, ga berbekas!!! Meskipun nggak menang, saya tetep dapat hadiah kok. Selain hadiah hugs dari Bodhi ada hadiah dari papanya juga… tapi yang ini masih rahasia. Nanti kalo udah ada saya ceritain deh hadiahnya. Katanya hadiah untuk Istriku Koki Moody yang Sedang Berusaha Menjadi Handal. Halah panjang bener judul lombanya!!!

 

Foto Request September 3, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto — luhayu @ 2:18 am
Tags:

Foto-foto berikut untuk memuaskan dahaga *uhuk* fans Bodhi yaa…

Juga untuk menjawab, Bodhi udah bisa apa? Hehehe Bodhi sekarang udah 9mos2wks, udah bisa sprint crawling sampe susah nangkepnya, udah mantap bangun lalu berdiri sendiri dengan berpegangan, tapi kalo yang berdiri sendiri tanpa berpegangan per hari recordnya baru 2 kali. Kalo ngomong udah jelas mama papanya, tapi masih suka mogok kalo dipaksa unjuk kebolehan ngoceh di depan orang lain. Udah bisa juga manggil ‘bho bho’ nama anjing kami dengan jelas, malah suka ikut-ikutan marah kalo didengarnya kami marahin bobo. hmmmm yang ini kudu diwaspadai takut dia kebiasaan tereak-tereak. Trus apalagi yah, sementara baru itu deh curriculum vitae nya Bodhi selain bobok, mamam, pipis di celana kalo telat diajak ke kamar mandi (walaupun untuk urusan ngompol malam udah ga lagi sejak umur 5 bulan, senangnyaaaa). Baca belum bisa, apalagi nulis, kecuali ngetik kata-kata ajaib kalo pas ikutan kerja ama papanya atau browsing dengan mamanya.

Silahkan dinikmati foto-foto yang ga banyak ini, secara sekarang kalo mau moto harus ada pendamping demi keselamatan bersama hehehe….

baru bangun nih mata masih bengkak
berdiri di jendela kamar
ini nih yang suka bikin jantungan
cemong habis mamam

cemong habis mamam

ini nih yang suka bikin jantungan
berdiri di jendela kamar
baru bangun nih mata masih bengkak
 

Yang sabar ya buuuu…. August 15, 2008

Filed under: Mind, bodhi — luhayu @ 12:59 pm
Tags:

Salah satu esensi melatih meditasi adalah menyadari setiap tindakan yang kita lakukan, menyadari setiap pikiran yang muncul. Meditasi nggak cuma duduk bersila, diam dengan mata terpejam. Dari yang pernah saya baca dan dengar, meditasi yang sesungguhnya adalah terjadi dalam apa yang kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari. Menyadari setiap pekerjaan yang kita lakukan misalnya. Sadar saat kita sedang makan, sadar saat sedang mandi, bahkan sadar saat marah-sadar bahwa itu salah satu bentuk energi yang tidak membawa kebaikan untuk diri kita pribadi juga bagi orang lain. Kelihatannya sepele, tapi sulit dalam pelaksanaannya. Karena seringkali kita begitu permisif pada diri sendiri, dengan tameng saya kan cuma manusia biasa. Hmmm justru manusia biasa adalah manusia yang bisa mengontrol dirinya, justru manusia luar biasa yang tidak sadar apa yang dia lakukan, tidak sadar apa yang dia pikirkan, alias gila. Saya tidak mau gila untuk itu saya ingin jadi manusia biasa itu tadi. Tapi memang seringkali saya masih nyaris jadi orang gila atau bahkan mungkin sudah gila beneran tanpa saya sadari – atau pura-pura tidak saya sadari.

Seringkali saya makan dengan terburu-buru, tidak menyadari apa yang masuk dalam mulut saya, tidak saya rasakan bagaimana rasa nasi yang sesungguhnya manis, tidak saya sadari kalau potongan brokoli yang masuk dalam mulut saya terdiri dari batang, kumpulan daun-daun kecil yang bergerombol, kadang tidak juga sadar bahwa dari ‘manfaat’ protein daging yang saya makan, ada jiwa yang tersiksa dan terpaksa rela menjadi korban untuk kepentingan sepotong lidah yang tidak pernah mengenal rasa puas. Sering juga saat mandi saya tidak sadar, betapa segar air yang mengguyur tubuh saya, betapa wangi sabun yang sudah saya beli dengan harga lumayan mahal, karena di saat mandi saya sering berpikir hal-hal lain yang tidak ada urusannya dengan bersih-bersih badan. Saya malah berpikir, habis mandi mau check email, habis mandi mau nonton tv. Yang saya pikirkan yang sesudahnya, bukan saat sekarang. Berkhayal, hanya berkhayal yang saya bisa. Tapi seringkali yang saya khayalkan itu tidak kejadian, bukan check email, tapi malah membalas sms yang masuk, bukannya nonton tv tapi malah kerja ekstra karena harus membersihkan ceceran sabun yang tumpah akibat saya mandi dengan tidak sadar.

Lalu, kenapa Bodhi. Mengapa harus meditasi ala Bodhi? Karena sejak dia ada, mau tidak mau dan harus saya bermeditasi. Sebab kalau tidak, sedikit saja terdengar bunyi-bunyi yang tidak ‘wajar’ maka ia akan terbangun padahal belum saatnya. Alhasil, saat membuka kaleng biskuit, saya harus pelan-pelan, dengan penuh perasaan. Saat makan biskuit saya harus mengunyahnya dengan ekstra lembut agar tidak berceceran dan berbunyi kriuk-kriuk. Ribet? Wah tidak, saya malah dapat hasil ekstra, jarang kembung karena makan dengan hati-hati. Saat berjalan pun, sandal rumah yang saya pakai diusahakan tidak ber-ketipak-ketipak, saya berjalan dengan halus untuk meminimalkan bunyi. Susah? Tidak juga, rasanya seperti berlatih meditasi berjalan yang kalau dipaksakan disediakan waktu untuk berlatih, waktu itu tidak pernah ada. Setiap langkah disadari, setiap langkah diatur. Begitupun saat mandi, semprotan air shower diatur sehingga tidak terlalu gemericik. DIusahakn mengenai badan semua jadi tidak banyak air yang kena lantai sehingga menimbulkan bunyi yang bisa membangunkan Bodhi. Hasilnya, saya bisa merasakan setiap tetesan air yang membahasi tubuh, mensyukuri bahwa saya masih bisa mandi dua kali sehari!!

Berlebihan ya? Bagi saya sama sekali tidak, terserah bagi orang lain. Sehingga jika ada yang berkomentar bahwa anak saya harus dilatih dengan suara berisik, ya terserah yang berkomentar seperti itu. Saya tidak perlu melatihnya dengan suara berisik, justru saya ingin melatihnya tentang keheningan, karena dengan hening dia bisa memandang, mendengar, berpikir dengan lebih bening. Jika tetangga atau mungkin lingkungan sekitarnya berisik, ya mau bagaimana lagi. Bodhi menjadi terbangun, ya saya bisa apa?? Saya tidak bisa kontrol orang lain. Tapi untuk diri saya sendiri saya akan berusaha selalu berhati-hati agar tidak membangunkan tidur nyenyaknya. Karena dari jauh-jauh hari saya sadar, ini media saya berlatih. Berlatih halus, berlatih lembut, berlatih sadar, juga berlatih sabar kalau ada faktor luar yang sengaja atau tidak sengaja mengganggu ketenangannya (walaupun percaya deh untuk seorang ibu yang sudah bersusah-susah meninabobokkannya, sudah capai seharian menjaganya, hal itu sama sekali tidak mudah).

 

Bodhi udah bisa duduk June 14, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto — luhayu @ 11:38 pm
Tags:

Tanggal 17 Juni nanti Bodhi genap 7 bulan. Udah bisa duduk, meskipun kalo capek langsung bummm!!! hehe