Luh Ayu Writing

From mind to words

Liputan Ultah November 20, 2008

Filed under: bodhi, foto, friends — luhayu @ 6:01 am
Tags:

Ulang Tahun pertama Bodhi dirayakan kecil-kecilan. Cuma mengundang teman-teman Bodhi yang sering main ke rumah. Juga mengundang para oom dan tante yang selalu care sama Bodhi sejak Bodhi lahir. Ada undangan khusus dari jauh juga loh, Yeye dan Ama dari Palembang dateng khusus buat merayakan ultah Bodhi. Tentunya dengan pasukan khusus juga, yaitu pempek dan kawan-kawannya hahaha.

Tapi dari semua yang diundang ga semua bisa hadir juga, ada yang tiba-tiba sakit (“semoga cepet sembuh yaa kakak…”), ada yang masih di luar kota, ada yang papa mamanya ada acara lain sehingga nyusul dateng besoknya. Tapi sebenarnya dateng besoknya juga ga telat kok, soale ultah Bodhi dirayakan maju sehari. Semestinya 17 Nov tapi dimajukan jadi tanggal 16, supaya pas hari minggu.

Rencananya mau pesta kebun, gelar meja dibawah pohon kelapa. Tapi cuacanya mendung dan sempet hujan bentar. Akhirnya dipindahkan jadi semi outdoor. Di teras dapur hehehe. Dihias balon-balon oleh team dekorasi hihi (thanks oom Jaya dan tante Trisna). Dengan menu pempek,tumpeng nasi kuning (yang ini hadiah ultah dari Ninik….muah-muah), kue tart mickey mouse, kue dan pudding buatan mama (harus ada doooong yang buatan mama :) ) lumayan rame juga acaranya.

Makasi ya buat semua yang meluangkan waktu untuk hadir. Terima kasih untuk doanya (yang langsung maupun lewat sms) supaya Bodhi selalu sehat dan tumbuh cerdas serta jadi anak yang baik. Terima kasih juga angpaw dan kado-kadonya hihihi. Bodhi dapet kolam renang guede dan mickey mouse guede juga. Heiran deeh kok pada tahu ya bodhi lagi pengen apa (Bodhi apa mamanya seeh xixixi)

Semoga semua juga selalu berbahagia ya……

 

Kangen November 13, 2008

Filed under: friends — luhayu @ 4:38 pm

Hhhh lagi kangen sama temen-temen nih. Kangen ngobrol langsung ngga cuma chatting di internet. Kangen joking dengan melihat ekspresi mereka langsung ga cuma sebatas emoticon. Kangeeen banget.

Kangen sama temen-temen kuliah dulu, yang walaupun masih keep contact sampe sekarang tapi belum ada kesempatan lagi ketemuan langsung. Fanny mau liburan ke Indonesia, hmmmm kira-kira mampir ke Bali gak ya?? Novita yang sempet hanimun ke Bali malah ga sempet ketemuan karena suaminya masuk rumah sakit, tapi malah ga ngabarin. Pengen liat dia tek dung nih hehehe. Temen-temen yang lain huhuhuhu pada sibuuuuk ya semua. Kangen sama temen-temen semetromini B91 dan mikrolet M24. Temen-temen main di Citraland hehehe (kuliah apa kuliah sih?). Sama temen-temen senat, uh seru banget ya masa-masa kalo ada acara kampus trus diadainnya di puncak, carita, wahahahahah.

Kangen banget sama temen-temen di Lippo. Kenangan indah banget kerja di sana. Kompak banget. Malah sampe punya anak-anak Ranger yang manggil saya Bunda Ranger, dan kami dulu bersatu padu melawan Mama Sinchan hahahaha. Padahal Mama Sinchan temen kost sekamarnya Bunda Ranger. Tentu nggak berantem beneran, tapi berantem saling nyela-yang-dilarang-keras-untuk-jadi-bete. Bener-bener saat yang nggak bisa dilupain, sampe-sampe saya skip pengalaman kerja setahun di kantor sebelumnya. Hehehe secara itu pengalaman kerja pertama dan disuguhi adegan saling sikut saling menjatuhkan untuk mencapai tujuan. Huuuuh bukan gue bangeeet. Balik ke temen-temen Lippo. Irene (si Mama Sinchan), Merry, Yenny, Anton, Gito, Elvi, Handi, ci Christ, Henry Agus, Eldwin dan banyaaak lagi, trus ada juga Club Matahari, Robert, David, T.Ferry, Ferdy. Club Matahari ini temen-temen yang kerja di Matahari yang kebetulan satu building ama Lippo. Mereka ini teman sejati mengarungi ganasnya lalu lintas Karawaci – Jakarta wkwkwkw. Trus ada lagi Irene (hah Irene lagi??) temen sekamar kost di Cendana Golf. Demi penghematan tapi ingin tetap menikmati fasilitas kost seperti anak-anak UPH, sekamar berdua dijabanin dah yang penting kan kita ga seranjang ya Ren :P

Kangen juga sama temen-temen di sebuah kantor di Kuta Bali. Kekompakannya nggak kalah sama temen-temen di Jakarta. Bahkan sampe nggak nyangka akan menemukan yang seperti itu lagi di Bali. Padahal pas mau pindah ke Bali dulu, udah nangis bombay segala pas farewell. Takut banget ga nemu temen-temen seperti itu lagi. Tapi ternyata Bali memang punya sejuta pesona, cieeee. Pertemanan yang indah juga ada disini. Walaupun akhirnya memutuskan resign juga tapi untuk sekedar makan bareng masih sering dilakuin dengan beberapa dari mereka kecuali yang udah melompat ke benua lain, ke negara lain untuk mengalami nggak cuma rupiah yang ditransfer ke rekening hihihi.

Lumayaan udah nulis di sini. Walaupun keinginan bisa ngumpul lagi sih masih ada banget. Semoga mereka semua tahu ya, saya sayaaang banget sama mereka semua.

 

Picnic Seru July 20, 2008

Filed under: foto, friends, memory — luhayu @ 12:51 pm

Hari Minggu ini kita picnic ke Bedugul. Untuk yang mungkin belum tahu, Bedugul itu salah satu daerah  berhawa sejuk di Bali, banyak kebun sayur dan bunga, dan ada dua buah danau yaitu Buyan dan Bratan yang canteeeek banget.

Kita jalan-jalannya tiga keluarga, rameee. Dan kita nggak cuma pindah makan siang ke Bedugul, tapi sempet juga mampir ke kebun sayur milik petani yang dulunya langganan kita-kita kalo mo beli sayuran segar. Kita-kita itu maksudnya, keluarga saya, keluarga Suria, dan keluarganya Sherly. Pas mampir kita diijinin metik sayuran dan strawberry di kebunnya sesuka kita, yang walaupun kita mau bayar ditolak sama si bapak dan ibu petani sayurnya. Wuiih anak-anak yang seneng, Bodhi juga seneng kok liat-liat orang sibuk panen di kebun-milik-orang itu hihihi.

Trus dari sana kita langsung ke kebun raya Bedugul, muter-muter bentar akhirnya parkir gelar tikar, buka tenda (anak-anak nya centil, pengen camping katanya), buka bekal, truss nyam nyam nyam…. makan di alam terbuka berhawa sejuk, ueeenaak banget. Eh ya Bodhi juga jadi semangat makannya, mungkin karena suasana baru trus bisa liat banyak anak-anak kecil yang maen di sekitar dia.

Udah kenyang, pada maen deh, maen bola, maen sepeda, nontonin orang maen di Bali Tree Top, itu mainan yang rada adventuring gitu, ada manjat-manjatnya, ada flying fox nya. Tapi sayang banget karena jam 3 udah mesti buruan pulang karena udah mulai gerimis. Hehehe tapi sepulang dari sana, naik dikiiiit lagi buat mampir ke Strawberry Stop, karena pengen makan pancake strawberry, nyam-nyam….

 

Dunia yang sempit May 5, 2008

Filed under: ASI, Baby, friends — luhayu @ 9:41 pm
Tags: , ,

Dunia itu sebenarnya sempit tidak seluas yang kita bayangkan. Saya sering mengalami orang yang sebelumnya hanya saya kenal tanpa pernah bertatap muka namun sesungguhnya dia adalah orang yang sehari-hari memiliki keterhubungan dengan saya tanpa saya sadari. Atau sering saya bercerita pada teman saya, bahwa ada teman saya yang mengalami atau memiliki sesuatu, eh setelah ngobrol panjang lebar ternyata teman yang saya maksud itu ya temannya dia juga. Bahkan sering kalau dikait-kaitkan eh ternyata orang yang saya ajak ngobrol masih ada hubungan saudara jauh dengan saya. Seperti puzzle saja, saya akan menemukan setiap bagiannya dalam setiap peristiwa yang saya alami atau kegiatan yang saya lakukan.

Kalau kejadian yang baru saya alami kemarin bisa disebut salah satu bagian puzzle yang berhasil saya temukan berkaitan dengan kegiatan saya mengajar dan menyusui. Terasa sedikit ganjil keterkaitannya, ya tapi demikianlah yang saya alami.

Diawali dari beberapa bulan yang lalu ketika saya kembali mengajar setelah cuti melahirkan. Saya ke sekolah untuk mempersiapkan kelas sebelum semester baru dimulai seminggu kemudian. Di ruang komputer saya bertemu seorang pria yang sedang mengerjakan sesuatu di depan komputer. Saya berpikiran dia teknisi dari toko tempat sekolah membeli komputer. Saya hanya tersenyum dan pria itu juga. Saya tidak berniat menanyakan kepentingan dia disana karena saya sendiri sedang terburu-buru untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan saya, apalagi saya sudah melihat tag Visitor yang dia kenakan, berarti dia tamu resmi ga perlu dicurigai. Tapi dia cukup ramah untuk bertanya, ibu yang mengajar komputer di sini ya? Percakapan hanya sampai di sana dan kami sibuk dengan urusan masing-masing, dan dia pulang lebih dulu dari saya.

Empat hari yang lalu saya menerima email. Email tersebut dari seorang ibu yang minta bantuan dicarikan donor ASI, karena dia mendapat info dari temannya bahwa saya adalah koordinator dari milis AsiforBaby untuk pertemuan di Denpasar (yang sayangnya pertemuan belum berhasil dilakukan), jadi dia berharap saya bisa membantu menggalang donor ASI untuk bayinya dan 2 bayi kembar premature yang lahir di RS Puri Bunda. Ibu tersebut mengatakan, per hari seorang bayi memerlukan 600cc ASI karena dokter yang menangangi sama sekali tidak mengijinkan pemberian susu formula (memang RS yang juga tempat saya bersalin tersebut setahu saya sebagian besar dokternya adalah pendukung pemberian ASI), sementara produksi ASI para ibunya belum maksimal. Dan mereka juga sudah mendapatkan beberapa donor tapi belum juga mencukupi. Wah saat itu rasanya saya mendapat kehormatan demikian besar karena diberi kesempatan membantu. Langsung email saya forward ke milis, tapi berhubung weekend dan biasanya kebanyakan member melakukan akses internet dari kantor, email saya nggak ada tanggapan. Maksudnya ibu-ibu yang di denpasar tidak ada memberi response. Akhirnya saya berpikir, kenapa bukan saya saja yang jadi donor? Memang ASI saya tidak berlimpah alias saya bukan orang ‘kaya’. Tapi apa salahnya orang ‘miskin’ berdana? Akhirnya ngomong ke suami, dia 1000% mendukung. Dan ngomong juga ke Bodhi, kalo susunya mo dibagi-bagi dengan saudara-saudaranya yang lain. Bodhi sih menatap mata saya aja sambil senyum-senyum (disangkanya saya lagi mendongeng kali yah hihihi), tapi saya yakin dia ngerti kok. Setelah sepakat lalu saya berniat menghubungi ibu tersebut lewat telepon saja, eh tapi dia tidak melampirkan nomor teleponnya. Akhirnya saya menghubungi RS Puri Bunda dan mencari nama ibu tersebut dan menyatakan saya berniat mendonorkan ASI. Akhirnya dapet deh telpon rumah dan ponselnya.

Kemudian saya menghubungi ibu tersebut dan saya bilang, saya ingin donor tapi maaf banget cuma bisa 125cc per hari karena saya juga masih menyusui dan tidak pernah nyetok ASI beku di kulkas. Nggak disangka itu ibu bilang, wah 125 cc itu banyak mbak….. (hehehe senangnya akhirnya selain dokter anak saya ada juga orang lain yang bilang ASI saya banyak, biasanya orang lain kebanyakan bilang “emang ASI nya cukup?”). Akhirnya disepakatilah bahwa suami si ibu itu yang akan mengambil ASI perah ke rumah saya setiap siang. Dan minggu siang kemarin adalah untuk yang pertama kalinya.

Kemarin ASI nya sudah diambil, dan yang mengambil adalah pria yang bertemu dengan saya di ruang komputer sekolah dulu!! Dan ternyata dia bukan hanya teknisi komputer, tapi di kemudian hari dia juga yang menggantikan saya mengajar di preschool. Jadi sebenarnya saya sudah bertemu muka dengan bapak itu tanpa tahu namanya. Kemudian saya tahu sudah ada guru yang menggantikan saya mengajar, saya hanya tahu nama tanpa tahu wajahnya. Kemudian saya dihubungi ibu yang membutuhkan ASI donor dan yang tak lain dan tak bukan adalah istri dari bapak itu yang akhirnya saya tahu lengkap nama dan wajahnya hahahaha.

Terkadang keterkaitan kita dengan seseorang dihubungkan oleh sesuatu yang nggak kita sangka-sangka ya.

 

My Baby is the Best April 7, 2008

Filed under: ASI, Baby, Environment, Mind, bali, bodhi, books, friends — luhayu @ 3:56 am
Tags:

Karena tulisan ini lebih cocok sebagai ceritaan ibu-ibu, jadi untuk yang berminat silakan berkunjung ke my motherhood experiences, dan untuk yang ga berminat silakan berkunjung juga huehehehehe….

 

Seninya tinggal di Bali March 15, 2008

Filed under: Mind, bali, friends — luhayu @ 8:49 am
Tags: , ,

Sebagai penduduk Pulau Bali sudah wajar dan lumrah kalau dalam satu bulan (kalau tidak mau dibilang setiap minggu) menerima kunjungan tamu. Mulai dari teman lama yang memang akrab, teman lama yang sebelumnya hanya say hai ketika berpapasan (tapi biasanya menjelang kedatangannya ke Bali jadi makin akrab, karena intens ber sms, email atau chatting), sampai teman yang sebelumnya tidak pernah bertatap muka dan hanya tahu wajah melalui foto atau web cam, tahu lah dapetnya dari mana, yak teman kenalan dari dunia maya (tanpa luna).

Sebagai seorang tuan rumah yang baik, tahu tempat wisata atau tempat layak kunjung adalah sebuah keharusan. Garing kan tamunya kalo nanya-nanya info yang standar tapi kita yang tuan rumah Cuma melongo trus bilang “dimana tuh, hmmm kok baru denger yah”. Yaaa walaupun ga mungkin tahu semuanya, secara kita di Bali kan kerjanya juga bukan jalan-jalan setiap hari yah, tapi ada kerjaan ada keluarga dan ada kehidupan social yang harus dijalani. Jadi nggak heran juga, untuk info-info tempat makan mak nyuss, tempat sport menantang justru orang luar yang tahu duluan. Hehehe. Tapi setidaknya yang standard sih tahu lah, kalo bisa tahu yang sedang happening sekarang, itu akan menjadi nilai plus seorang tuan rumah.

Berkunjung ke sebuah tempat yang notabene bukan tempat kita tinggal sehari-hari, apa sih yang kita cari? Kalau saya sih ingin tahu, bagaimana makanannya, bagaimana suasananya, bagaimana kehidupan sosial budayanya. Pokoknya ingin mengalami dan melihat sesuatu yang berbeda. Iya nggak sih?

Oleh karena itu saya sering terhenyak, heleuuuh terhenyak huehehehe, ketika seorang tamu protes seperti ini : “Ah makan di Jimbaran nggak enak, sambalnya nggak ada sambal saos padang. Kalau di Jakarta, enak tuh kepiting saos padangnya.” Yaelah, kalo memang cuma mau icip-icip kepiting saos padang dan apalagi di Jakarta ada yang enak, ya ngapain buang ongkos dan waktu ke Bali? Namanya juga khas Jimbaran, bingung deh sayah mendengarnyah.

Trus ada lagi,”Orang Bali aneh ya, kalo minum es kelapa muda kok pake jeruk nipis.” Lha mereka kok ga balik mikir, kalo orang Bali yang ke daerah dia trus ngomong “Orang daerah kamu aneh ya, minum es kelapa muda kok nggak pake jeruk nipis?” hayoooo gimana jawabnya. Kalau semuanya sama di dunia ini, nggak mungkin acara Wisata Kuliner nya Pak Bondan Winarno laris manis begituh.

Yang lebih nggak masuk di akal kalo ada yang ngomong gini “Aduuuh di Bali ini, gara-gara ada yang bawa layangan di jalan,jalanan jadi macet. Kok nggak bisa sih begini aja begitu aja bla bla bla” (masih panjang deh ngomelnya). Aduh teman, kamu baru sekali macet di Bali udah ngomel, di Jakarta kamu macet setiap hari kering kali ya tenggorokannya buat ngomel heheheheheh. Lagian siapa suruh datang ke Bali, lha di Bali sebelum dirimu datang juga udah ada festival layang-layang setiap tahun kok. Berlibur itu tujuannya memperlambat ritme kehidupan, jadi nikmatin aja deh karena dengan dinikmati akan terasa indah kok macet itu heheheh. Anggap aja kamu bisa liat kiri kanan lebih lama, pemandangan semua jalanan di Bali seru kok, mana tahu kamu malah ketemu sesuatu yang unik dan nggak terbayangkan sebelumnya gara-gara memperlambat laju kendaraan kamu.

Hmmm lalu soal belanja. Khas nya orang kita memang belum jalan-jalan namanya kalo belum shopping. Tapi kalo pas shopping nawar barangnya kadang gila-gilaan, malu juga sih saya yang nganternya hahaha. Secara saya sendiri sering nggak tegaan nawar harga barang-barang kerajinan itu, karena tahu proses pembuatannya yang rumit dan melibatkan rasa. Jadi yah nawarnya sewajarnya aja deh. Oleh karena itu, untuk tugas yang satu ini saya bukan guide yang baik. Saya lepasin aja mereka kalo mau belanja, kalo berasanya kemahalan saya nggak disalahin kan hehehehe. Trus paling bingung juga sih kalo ditanya, “eh aku beli kalung ini, lucu yaaaah. Cuma 10.000 loooh. Eh tapi mungkin masih dapet 10000 dua biji kali ya kalo ditawar lagi. Menurut kamu gimana, berapa sih pasaran harganya?”. Dyuuuh saya paling bingung deh kalo ditanya harga pasar, secara saya nggak pernah mendata berapa harga barang kerajinan yang notebene jenisnya bisa ratusan itu. Trus juga, kalung itu kan bikinnya susah juga, sepuluh ribu sih nggak mahal kalo dibanding harga segelas kopi starbucks. Iya nggak??

Tapi begitulah seninya jadi guide. Sebenarnya banyakan sukanya sih, sekalian jalan-jalan, trus bisa ngobrol dan kadang nambah temen baru kalo si teman yang datang itu membawa temannya juga. Bahkan kadang saya berpikir hal itu lah yang membuat saya menikmati hidup di Bali. Saya tak perlu mencari teman, teman baru yang datang sendiri ke halaman rumah saya.

 

Ada Mama Mia, tentu ada Papa pia :) March 12, 2008

Filed under: Baby, bodhi, foto, friends — luhayu @ 12:25 am
Tags: ,

Perkenalkan Papa Andri dan Azka, Papa Andre dan Ferdi, Papa Wira dan Bodhi

3papa kasih papa

 

SAMPAHMU HARTAKU, SAMPAHKU HARTAMU March 3, 2008

Filed under: Environment, Mind, friends — luhayu @ 2:12 am
Tags: , ,

Seperti judul lagu dangdut ya hihihi. Tapi sebagian dari kita tentu sudah biasa mendengar sampah kita bisa menjadi harta bagi orang lain. Dan hal ini semakin sering terdengar sejak issue global warming rame dibicarakan. Nah kalau diingat-ingat saya sudah merasakan manfaatnya, berawal dari bersih-bersih lemari baju setelah nonton Oprah Winfrey Show dulu (bukan Dorce Show lho ya). Ternyata tiga per empat isi lemari baju saya masuk criteria tidak layak menghuni lemari baju saya. Diantaranya ada yang sudah lebih setahun tidak dipakai, sudah tidak muat di badan, sudah out of date banget, bahak sudah tipiiiis sekali karena saking sering dipake dan dicuci hanya karena alasan sentimental saya tidak mau membuangnya. Nah yang masih layak pakai saya berikan ke yang mau menerima dan memakainya tentu saja. Sementara yang sudah tidak layak pakai saya relakan menjadi lap.

Dari yang sebelumnya saya memberikan kepada orang lain baju-baju bekas pakai saya, tidak disangka suatu saat kemudian saya yang menjadi penerima. Ceritanya saya hamil tidak lama setelah teman saya Fanny hamil. Fanny melahirkan terlebih dahulu, beda enam bulan (eh itu lama ya hehehe). Pada sebuah chatting saya pernah cerita kalau di Bali susah nyari baju hamil yang modis dan berkualitas dengan harga terjangkau. Eh dari ngobrol-ngobrol itu, beberapa waktu kemudian Fanny menawari saya untuk dikirimi baju-baju hamilnya yang sudah tidak terpakai dan tentunya yang cocok dengan ukuran saya. Wah rejeki banget yah saya, secara saya tahu selera berpakaian Fanny yang ok banget. Akhirnya saya ok, dan sampailah di alamat saya 2 lusin baju hamil beragam model. Ya ampun banyaaak banget hehehehehe. Bersyukur banget deh saya, selama hamil Cuma beli dua baju hamil dan itupun saya pilih yang masih bisa dipakai setelah melahirkan.

Dan gimana hasilnya setelah saya memakai baju-baju hamil lungsuran? Wah saya sih nggak kalah gaya sama yang beli baju baru, malah banyak yang nanya beli celana atau baju hamil yang seperti itu dimana? Saya bilang aja beli di Singapore, gaya kan hahahahah. Tapi tetep kok saya cerita kalo baju itu pemberian teman. Gak perlu gengsi, sekalian menularkan pola hidup sederhana sekaligus mengurangi sampah lingkungan kan? Setalah saya mix and match dengan baju-baju yang sudah saya punya (bersyukur berat badan nggak terlalu drastis perubahannya), gak kurang dari kepala sekolah sampai murid-murid saya pernah berkomentar, Miss Ayu, I love your dress. Hix hix hix bangga deh. Trus ada yang komentar juga, miss ayu pasti calon babynya cewek… Dan ada satu komentar berlebihan dari teman saya Diana, Mami mami, mami semestinya ikutan acara runaway mom itu, aduuuuh Diana dirimu berlebihan banget deh deh deh.

Setelah merasakan manfaat seperti ini mudah-mudahan orang lain juga merasakan hal yang sama dengan baju-baju saya ya. Meskipun mungkin baju saya tidak seindah dan semahal yang pernah saya terima.